Rusia Peringatkan AS: Jangan Kerahkan Pasukan ke Asia Tengah

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang diplomat senior Rusia mengatakan Moskow memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mengerahkan pasukannya di bekas negara-negara Asia Tengah Soviet menyusul penarikan AS dari Afghanistan.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Rusia, Sergei Ryabkov, mengatakan pada hari Selasa bahwa Moskow menyampaikan pesan tersebut ke Washington selama pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Joe Biden di Jenewa bulan lalu.

BACA JUGA:

Pernyataan peringatan itu disampaikan Ryabkov setelah Komando Pusat AS mengumumkan pekan lalu bahwa proses penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan sudah lebih dari 90% selesai. Ini juga terjadi menjelang akhir resmi perang AS di Afghanistan pada 31 Agustus, tanggal yang ditetapkan oleh Presiden AS Joe Biden untuk menarik Amerika Serikat dari agresi yang telah berlangsung selama dua dekade tersebut.

Des 3, 2021
Pasukan Amerika

“Saya akan menekankan bahwa penempatan kembali kehadiran militer permanen Amerika ke negara-negara tetangga Afghanistan tidak dapat diterima”, kata Ryabkov sebagaimana dikutip PressTV.

“Kami memberi tahu Amerika secara langsung dan lugas bahwa itu akan mengubah banyak hal tidak hanya dalam persepsi kami tentang apa yang terjadi di kawasan penting itu, tetapi juga dalam hubungan kami dengan Amerika Serikat,” tambahnya.

BACA JUGA:

Diplomat Rusia itu kemudian mengatakan bahwa Moskow juga telah mengeluarkan peringatan kepada negara-negara Asia Tengah.

“Kami memperingatkan mereka terhadap langkah-langkah seperti itu, dan kami juga telah melakukan pembicaraan jujur tentang masalah ini dengan sekutu, tetangga, dan teman Asia Tengah kami dan juga negara-negara lain di kawasan yang akan terkena dampak langsung,” kata Ryabkov dalam sebuah wawancara yang diterbitkan di Majalah Mezhdunarodnaya Zhizn.

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa Kazakhstan, Kirgistan, dan Tajikistan semuanya adalah anggota Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, dan setiap kehadiran pasukan asing di wilayah mereka harus disetujui oleh pakta keamanan. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: