Arab Saudi Curi 4 Juta Barel Minyak Yaman Setiap Bulannya

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Koalisi militer yang dipimpin Saudi dan tentara bayaran menjarah “tiga hingga empat juta barel” minyak Yaman setiap bulan, direktur migas Yaman mengatakan.

Direktur Eksekutif Perusahaan Minyak dan Gas Yaman Ammar al-Azra’i mengumumkan kabar suram itu dalam sebuah wawancara dengan TV al-Masirah pada hari Jumat, dengan mengatakan, “Kami tidak tahu di mana hasilnya akan disimpan.”

Baca: 

Dia juga menekankan bahwa penjarahan minyak mentah dan gas alam cair oleh koalisi pimpinan Saudi telah mencegah pembayaran gaji orang-orang Yaman.

Al-Azra’i mengatakan bahwa pasukan pimpinan Saudi telah menyita empat kapal di dekat pelabuhan Saudi, Jizan, “dua di antaranya membawa bensin untuk keperluan umum, satu membawa bahan bakar minyak untuk pabrik dan pembangkit listrik di Hodeidah, dan satu lagi membawa gas alam.”

Koalisi yang dipimpin Saudi telah memberlakukan pengepungan yang melumpuhkan di Yaman, dari darat, udara, hingga laut.

Blokade termasuk penutupan pelabuhan Hodeidah, yang merupakan jalur kehidupan bagi jutaan orang Yaman. Pasukan agresor telah menyita kapal yang membawa bahan bakar dan mencegah dari memasuki pelabuhan.

Penyitaan tanker telah menyebabkan kekurangan bahan bakar selama beberapa bulan terakhir di Yaman, yang telah digambarkan oleh PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Melumpuhkan generator dan pompa air di rumah sakit dan mengganggu pasokan bantuan di seluruh negeri.

Di tempat lain dalam sambutannya, al-Azra’i mengatakan bahwa “431 hari telah berlalu sejak penyitaan dua kapal pengangkut bensin di Jizan dan kompensasi yang harus dibayar pemerintah untuk itu telah mencapai 8,62 juta dolar.”

Ia juga menambahkan, blokade terhadap Hodeidah dan penyitaan kapal minyak merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Stockholm, yang dicapai antara kedua belah pihak beberapa tahun lalu dengan mediasi PBB.

Kembali pada bulan April, Menteri Minyak dan Mineral Yaman Ahmad Abdullah Dares mengatakan bahwa lebih dari $76 miliar pendapatan minyak dan gas Yaman telah dijarah sejak awal perang yang dipimpin Saudi.

Pada Juli tahun lalu, dia juga mengatakan bahwa Arab Saudi dan tentara bayarannya telah menjarah sekitar 48 juta barel minyak mentah Yaman pada tahun-tahun sebelumnya.

Dares mengatakan pada saat itu bahwa mereka telah mencuri 18 juta barel hanya pada 2018, dan 29,5 juta barel pada 2019, serta menambahkan bahwa penjajah terus menjarah minyak Yaman.

Baca: RSF: Bin Salman Memerintah dengan Represif dan Otoriter

Arab Saudi, yang didukung oleh AS dan sekutu regional, melancarkan perang yang menghancurkan di Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan Ansarullah.

Perang Saudi telah menyebabkan ratusan ribu orang Yaman tewas, dan jutaan lainnya mengungsi. Perang juga telah menghancurkan infrastruktur Yaman dan menyebarkan kelaparan dan penyakit menular di seluruh negeri. (ARN)

Sumber: Yemen News.

About Arrahmahnews 30598 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.