Headline News

Rincian Kemenangan Besar Operasi Pembebasan Al-Bayda Yaman

Rincian Kemenangan Besar Operasi Pembebasan Al-Bayda Yaman

Tentara Yaman telah berhasil memberikan pukulan telak kepada militan Takfiri dan tentara bayaran Saudi selama operasi militer skala besar

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan tentara Yaman dan pejuang sekutu dari Komite Populer telah berhasil memberikan pukulan telak kepada militan Takfiri dan tentara bayaran Saudi selama operasi militer skala besar baru-baru ini di provinsi tengah al- Bayda, membunuh ratusan dari mereka dalam proses itu.

Berbicara pada konferensi pers di ibukota Sana’a pada Kamis sore (15/07), Saree menyatakan bahwa angkatan bersenjata Yaman meraih kemenangan gemilang selama Operasi Nasr al-Mubin, dan membunuh 350 teroris Takfiri, termasuk anggota Daesh dan al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP). Puluhan dari mereka juga melarikan diri.

BACA JUGA:

“Kelompok Takfiri berusaha untuk menegaskan kontrol atas beberapa distrik di provinsi al-Bayda. Kebangkitan kelompok-kelompok takfiri ini sebenarnya adalah bagian dari rencana AS untuk menargetkan Yaman, dan menjerumuskan (negara ini) ke tangan tentara bayaran dan ekstremis,” katanya.

Saree menambahkan, “Sejumlah besar senjata yang diperoleh pasukan tentara Yaman, pejuang Komite Populer, dan pasukan keamanan dari teroris takfiri menunjukkan tingkat dukungan yang diberikan oleh koalisi agresi [yang dipimpin Saudi] kepada para militan bayaran Saudi (tersebut)”.

Rincian Kemenangan Besar Operasi Pembebasan Al-Bayda Yaman

Operasi militer tentara Yaman Nasr Al-Mubin

Pejabat senior militer Yaman itu kemudian melanjutkan dengan mengatakan bahwa aliansi yang dipimpin Saudi memasok senjata kepada para militan, dan memungkinkan puluhan takfiri asing untuk menyusup ke Yaman.

“Pertempuran ini sekali lagi mengungkap asal-usul sebenarnya dari takfiri Daesh/ISIS dan elemen al-Qaeda, serta bagaimana afiliasi mereka dengan Amerika Serikat. Pihak-pihak terkait di Yaman mengerti betul tentang kegiatan elemen-elemen takfiri ini di berbagai wilayah, termasuk kota Ma’rib dan di tempat lain,” ungkap Saree menyoroti.

Juru bicara angkatan bersenjata Yaman itu juga menyoroti bahwa Takfiri telah melakukan banyak kejahatan terhadap penduduk provinsi al-Bayda, mendorong pasukan keamanan Yaman dan angkatan bersenjata untuk bertindak cepat.

“Unit tentara Yaman yang berbeda, didukung oleh penduduk lokal al-Bayda dan … pejuang suku, meluncurkan operasi skala besar di daerah tersebut. Selama serangan besar, unit rudal Yaman melakukan sembilan serangan dengan rudal Badr dan Sair [yang dikembangkan di dalam negeri]. Unit drone dan rudal meluncurkan total 66 serangan balasan.

BACA JUGA:

“Secara terpisah, jet tempur yang dipimpin Saudi melakukan lebih dari 161 serangan udara untuk mendukung kelompok Takfiri yang beroperasi di wilayah tersebut,” kata Saree.

“Pasukan kami berhasil menyerang benteng elemen-elemen takfiri ini, dan mendokumentasikan operasi mereka melalui rilis gambar dan rekaman video. Operasi Nasr al-Mubin mengakibatkan pembebasan wilayah di distrik As Sawma’ah dan Az Zahir yang luasnya kurang lebih 100 kilometer persegi. Pasukan kami juga mampu menghancurkan 29 kendaraan lapis baja,” kata pejabat tinggi militer Yaman itu.

“Dukungan militer, media dan keuangan untuk kelompok Takfiri selama pertempuran baru-baru ini menunjukkan kelompok-kelompok ini hanyalah alat di tangan penjajah. Orang-orang al-Bayda yang mencintai kebebasan dan terhormat tidak ingin melihat kota dan wilayah mereka berubah menjadi benteng Daesh dan al-Qaeda. Kami berterima kasih dan mengapresiasi kerjasama warga dan para pejuang suku,” katanya.

“Selama 7 tahun terakhir, koalisi agresor telah menggunakan berbagai tindakan represif militer, keamanan dan ekonomi [terhadap Yaman]. Namun, mereka tidak menuai apa pun selain perlawanan dan keteguhan rakyat. Kekalahan dan kegagalan pasti menunggu koalisi [yang dipimpin Saudi],” tutup Saree sebagaimana dikutip PressTV.

BACA JUGA:

Arab Saudi, yang didukung oleh AS dan sekutu regional, meluncurkan perang yang menghancurkan ke  Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan perlawanan Ansarullah yang didukung rakyat.

Angkatan bersenjata Yaman dan Komite Populer, bagaimanapun, terus menambah kekuatan dan kemampuan mereka dalam melawan penjajah yang dipimpin Saudi, dan meninggalkan Riyadh dan sekutunya macet dalam perang mereka di negara itu.

Perang Saudi telah menyebabkan ratusan ribu orang Yaman tewas, dan jutaan lainnya mengungsi. Perang juga telah menghancurkan infrastruktur Yaman dan menyebarkan kelaparan dan penyakit menular di seluruh negara Arab tersebut. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.049.855 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 7.549 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: