AS Kembali Kobarkan Perang Adu Domba di Afghanistan

AS Kembali Kobarkan Perang Adu Domba di Afghanistan
Pasukan Keamanan Afghanistan

Afghanistan, ARRAHMAHNEWS.COM Pasukan relawan anti-terorisme Afghanistan menolak klaim media tentang kehadiran mereka dalam konflik di Afghanistan. Menyebut klaim ini sebagai “Permainan baru Israel-Amerika” yang melayani “Tujuan jahat” mereka sendiri.

Mereka menyerukan semua kelompok Afghanistan untuk memprioritaskan dialog daripada perang guna mengakhiri krisis dan memajukan kepentingan nasional sekarang setelah pendudukan AS telah berakhir.

BACA JUGA:

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa (20/07) yang dikutip PressTV, Brigade Fatemiyoun memperingatkan bahwa “Softwar” untuk menghancurkan Afghanistan telah mulai dilancarkan tak lama setelah penarikan militer AS.

AS Kembali Kobarkan Perang Adu Domba di Afghanistan
Pasukan Keamanan Afghanistan

Perang ini diluncurkan sebagai upaya untuk memicu perang saudara, mengadu domba Muslim yang berbeda mazhab di negara itu. Mereka menambahkan bahwa propaganda media yang baru-baru ini diluncurkan terhadap pasukan kontra-terorisme Afghanistan adalah bagian dari plot yang sama.

Brigade Fatemiyoun dibentuk pada tahun 2014, ketika kelompok teror Takfiri Daesh memulai kampanye teror dan penghancuran di Suriah dan kemudian Irak. Kelompok perlawanan, telah secara efektif membantu pemerintah Suriah dalam pertempurannya melawan Daesh dan kelompok teroris lainnya.

“Berita tentang kehadiran pejuang Fatemiyoun di Afghanistan atau upaya media untuk membuat hal seperti itu terjadi dalam keadaan saat ini, adalah permainan baru Amerika-Israel yang bertujuan untuk mencapai tujuan jahat dari arogansi global. Seperti yang berulang kali dinyatakan, Fatemiyoun saat ini tidak membutuhkan kehebohan media seperti itu,” kata pernyataan tersebut. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 30603 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.