Arab Saudi

Hacker Sandera Data Aramco Saudi, Minta Tebusan 50 Juta Dolar

Hacker Sandera Data Aramco Saudi, Minta Tebusan 50 Juta Dolar

Produsen minyak terbesar di dunia, Aramco milik Arab Saudi mengkonfirmasi kepada BBC bahwa data perusahaannya mengalami peretasan

Arab Saudi, ARRAHMAHNEWS.COM Produsen minyak terbesar di dunia, Saudi Aramco, mengkonfirmasi kepada BBC bahwa data perusahaannya mengalami peretasan. Aramco mengklaim data yang bocor tersebut adalah data yang dimiliki oleh perusahaan kontraktor Aramco, alias pihak ketiga.

File-file yang diretas tersebut sekarang dilaporkan digunakan dalam upaya untuk melakukan pemerasan senilai 50 juta dolar ( sekitar Rp 724 miliar) terhadap perusahaan Saudi tersebut.

BACA JUGA:

Dalam sebuah pernyataan yang dikirim melalui email, Aramco mengatakan kepada BBC bahwa “mereka baru mengetahui kebocoran sejumlah data dari perusahaan yang dipegang oleh kontraktor pihak ketiga.”

 

Raksasa energi Arab Saudi itu tidak mengatakan kontraktor mana yang terpengaruh atau apakah kontraktor tersebut telah diretas atau jika file tersebut bocor dengan cara lain.

“Kami mengonfirmasi bahwa rilis data bukan karena pelanggaran sistem kami, tidak berdampak pada operasi kami dan perusahaan terus mempertahankan postur keamanan siber yang kuat,” kata Aramco dalam pernyataannya.

Associated Press (AP) dengan mengutip situs darknet mengatakan bahwa satu terabyte, atau 1.000 gigabyte, data Aramco disandera oleh pemeras.

Laporan AP mengatakan halaman tersebut menawarkan untuk menghapus data dengan imbalan 50 juta dolar dalam mata uang kripto, meskipun tidak jelas siapa yang berada di balik tindakan ini.

BACA JUGA:

Aramco tidak belum menanggapi permintaan BBC untuk klarifikasi atas laporan AP bahwa perusahaan tersebut menjadi target upaya pemerasan senilai 50 juta dolar.

Industri minyak dan gas, yang mencakup perusahaan yang memiliki sumur, jaringan pipa dan kilang, itu menurut para ahli telah gagal berinvestasi dalam keamanan siber selama bertahun-tahun.

Ini bukan pertama kalinya Aramco menjadi target serangan terkait data. Pada tahun 2012, jaringan komputer perusahaan terkena virus yang disebut Shamoon. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.026.035 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 7.550 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: