Gegara Boikot Israel, Unilever dan Anak Perusahaannya Bersitegang

Gegara Boikot Israel, Unilever dan Anak Perusahaannya Bersitegang
Unilever

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Unilever menyatakan perusahaan multinasional itu tetap “Berkomitmen penuh” untuk mempertahankan transaksi bisnisnya di Israel, terlepas dari keputusan yang dibuat oleh anak perusahaannya Ben & Jerry’s untuk menghentikan penjualan di “wilayah Palestina yang didudiki” oleh zionis.

Ketegangan antara perusahaan es krim Ben & Jerry’s yang merupakan anak perusahaan Unilever, dan rezim Israel masih berada di puncak ketegangan setelah  beberapa pejabat Israel meminta rekan-rekan mereka di Amerika untuk menghukum perusahaan yang berbasis di Vermont itu, atas keputusan untuk menghentikan penjualan di “wilayah Palestina yang diduduki”.

BACA JUGA:

Dalam laporannya di Hari Jum’at (23/07), Sputnik menyebut bahwa CEO Unilever, Alan Jope, telah mengakui perseteruan publik yang sedang berlangsung antara Ben & Jerry’s dan Israel selama panggilan konferensi dengan investor.

Gegara Boikot Israel, Unilever dan Anak Perusahaannya Bersitegang
Unilever

Jope pada Hari Kamis mengatakan bahwa ketika Unilever mengakuisisi perusahaan es krim itu pada tahun 2000, mereka mengetahui bahwa perusahaan itu akan membuat dewan independen untuk mengelola misi sosialnya.

“Jelas ini adalah masalah yang kompleks dan sensitif yang menimbulkan perasaan yang sangat kuat,” kata Jope kepada investor. “Jika ada satu pesan yang ingin saya garis bawahi dalam panggilan ini, itu adalah bahwa Unilever tetap berkomitmen penuh untuk bisnis kami di Israel”.

Transaksi bisnis tersebut diantaranya adalah pabrik pisau cukur senilai 41 juta dolar, serta kantor dan fasilitas perusahaan yang mempekerjakan ratusan orang. (ARN)

Sumber: SputnikNews

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31222 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.