Survei: 47% Warga AS Percaya Perang di Afghanistan adalah Kesalahan

Survei: 47% Warga AS Percaya Perang di Afghanistan adalah Kesalahan
Tentara AS di Afghanistan

Amerika, ARRAHMAHNEWS.COM Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Gallup, mengungkapkan bahwa 47 persen warga Amerika percaya intervensi militer di Afghanistan adalah sebuah kesalahan, sementara 46 persen mengatakan mereka mendukung misi tersebut.

Pengumuman hasil jajak pendapat penting datang sehubungan dengan penarikan pasukan AS dari Afghanistan, menyusul keputusan Presiden Joe Biden pada bulan April bahwa semua pasukan AS akan mundur dari Afghanistan pada 11 September, peringatan kedua puluh serangan teroris yang menyebabkan perang terpanjang dalam sejarah Amerika di Afghanistan.

BACA JUGA:

Awal bulan ini, Biden mengumumkan tanggal target penarikan semua pasukan dari wilayah tersebut, dan mengungkapkan bahwa misi militer AS akan berakhir pada 31 Agustus.

Lebih dari 2.400 tentara Amerika telah tewas di Afghanistan, menurut Gallup, dan merugikan Amerika Serikat lebih dari $2 triliun, serta melukai lebih dari 20.000 tentara Amerika.

Survei: 47% Warga AS Percaya Perang di Afghanistan adalah Kesalahan
Tentara AS di Afghanistan

Setidaknya, 56% Demokrat, 29% Republik, dan 54% independen percaya bahwa Amerika Serikat telah melakukan kesalahan dalam mengirim pasukan ke Afghanistan.

BACA JUGA:

Pada tahun 2002, dukungan rakyat Amerika untuk keputusan perang di Afghanistan, satu tahun setelah implementasinya, adalah yang terkuat. Setidaknya, 93% orang Amerika mengatakan pada saat itu bahwa keputusan untuk berperang adalah benar.

Pada tahun 2014, dukungan untuk perang menurun, karena tahun itu adalah pertama kalinya sebagian besar orang Amerika (49%) mengatakan keputusan untuk berperang adalah sebuah kesalahan, dibandingkan dengan 48% yang mengatakan itu adalah keputusan yang tepat. (ARN)

Sumber: Al-Maalomah

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31360 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.