AS Sita Tanker Singapura atas Tuduhan Langgar Sanksi Korut

Kapal Tanker Singapura

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Amerika Serikat menyita kapal tanker milik Singapura atas dugaan pelanggaran sanksi internasional dengan melakukan pengiriman produk minyak bumi ke Korea Utara.

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Departemen Kehakiman AS (DoJ) mengumumkan penyitaan sebuah kapal tanker 2.734 ton yang dikatakan dimiliki dan dioperasikan oleh seorang warga negara Singapura dan digunakan untuk mentransfer produk minyak ke kapal Korea Utara dan untuk melakukan pengiriman langsung ke pelabuhan Nampo Korea Utara.

BACA JUGA:

DoJ mengatakan dalam pernyataannya bahwa kapal tanker minyak M/T Courageous disita oleh otoritas Kamboja pada Maret 2020 sesuai dengan surat perintah AS.

AS Sita Tanker Singapura atas Tuduhan Langgar Sanksi Korut
Kapal Tanker Singapura

“Tuduhan pidana konspirasi untuk menghindari sanksi ekonomi terhadap DPRK dan konspirasi pencucian uang sedang menunggu tersangka pemilik dan operator Courageous, Kwek Kee Seng, seorang warga negara Singapura yang masih buron,” kata departemen tersebut.

Pernyataan itu tidak menjelaskan mengapa tuduhan terhadap Kwek belum diajukan lebih dari setahun setelah kapal itu disita, tetapi menambahkan bahwa pengadilan federal New York telah memasukkan keputusan perampasan terkait kapal itu pada hari Jumat.

Pernyataan DoJ mengklaim bahwa selama periode empat bulan antara Agustus dan Desember 2019, M/T Courageous berhenti mentransmisikan informasi lokasinya. Selama waktu ini, citra satelit menunjukkan bahwa mereka mentransfer lebih dari 1,5 juta dolar minyak ke kapal Korea Utara, Saebyol.

BACA JUGA:

Pernyataan itu menambahkan bahwa pembayaran untuk membeli minyak dilakukan dengan menggunakan dolar AS melalui bank-bank Amerika yang melanggar hukum AS dan resolusi PBB.

“Kwek dan rekan-rekan konspiratornya di luar negeri berusaha menyembunyikan transaksi penghindaran sanksi ini. Dengan, antara lain, menggunakan perusahaan tempurung untuk menyamarkan sifat transaksi,” kata DoJ. Bagaimanapin, tidak ada  penjelasan lebih lanjut tentang dugaan rekan konspirator.

Korea Utara telah lama berada di bawah sanksi keras PBB atas program nuklir dan misilnya. AS telah mempelopori sanksi-sanksi itu dan telah memberlakukan beberapa putaran sanksi sepihak. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31319 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.