Mantan Diplomat AS Dituntut atas Pelecehan Seksual di Meksiko

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang mantan diplomat AS untuk Meksiko dituntut karena melakukan pelecehan seksual dan memotret beberapa wanita saat tidak sadarkan diri. Kejahatan ini ia lakukan saat bekerja di Kedutaan Besar AS di Mexico City.

Menurut Departemen Keadilan AS, pada Hari Jum’at lalu, Brian Jeffrey Raymond, 45 tahun, yang bekerja di kedutaan selama 14 tahun, mengaku bersalah atas pelecehan seksual terhadap dua wanita, dan mengambil gambar serta video lebih dari 20 wanita dalam keadaan telanjang atau setengah telanjang tanpa persetujuan mereka.

“Raymond meninggalkan Meksiko setelah seorang wanita dewasa terlihat telanjang dan berteriak minta tolong dari balkonnya pada 31 Mei 2020,” kata DOJ dalam siaran pers yang dikutip Press TV. “Wanita itu melaporkan bahwa dia tidak memiliki ingatan tentang kejadian setelah mengonsumsi minuman dan makanan yang disediakan oleh Raymond.”

BACA JUGA:

“Brian Raymond mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai pegawai pemerintah AS yang mewakili Amerika Serikat di luar negeri dengan terlibat dalam perilaku predator selama bertahun-tahun. Melakukan pelecehan seksual, eksploitasi, dan merekam wanita targetnya di Amerika Serikat dan di seluruh dunia,” kata Asisten Pengacara Jenderal Kenneth Polite dari Divisi Kriminal Departemen Kehakiman dalam sebuah pernyataan.

Selama penyelidikan, mereka menemukan ratusan foto dan video para korban dari ponsel Raymond, serta dari akun iCloud-nya, dan perangkat elektronik lainnya.

Menurut departemen tersebut, Raymond mulai melakukan pelanggaran pada tahun 2006, 14 tahun sebelum ia ditangkap.

BACA JUGA:

“Tangan Raymond terlihat dalam foto dan video yang memanipulasi mata, mulut, dan anggota badan korbannya,” kata pernyataan dari departemen tersebut.

Para korban mengalami kehilangan ingatan ketika mereka bersamanya “dan tidak memiliki pengetahuan tentang foto, video, atau kontak fisik”.

Selain itu, setelah menyelidiki riwayat pencarian internet Raymond, terungkap bahwa ia telah meneliti efek obat resep yang dikombinasikan dengan alkohol, termasuk menggunakan istilah pencarian seperti “Ambien dan alkohol pingsan”, dan lain-lain.

BACA JUGA:

Raymond mengakui bahwa ia telah berhubungan seks dengan dua korban dimana mereka tak kuasa melakukan penolakan kediaman yang disewa kedutaan di Mexico City.

Departemen menambahkan bahwa Raymond mengirim materi cabul ini, khususnya 479 foto dan video dari 20 wanita yang tidak sadar dan telanjang atau setengah telanjang, ke Amerika Serikat.”

Selama penyelidikan, dia tidak hanya berbohong kepada petugas penegak hukum, tetapi juga berusaha menghapus gambar dan video dari akun online dan perangkat fisiknya.

Ia mungkin menghadapi hukuman penjara seumur hidup, denda 250.000 dolar. (ARN)

About Arrahmahnews 31320 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.