Rusia: Tak Ada Bukti Iran Terlibat Serangan ke Kapal Israel

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang pejabat senior kementerian luar negeri Rusia dengan tegas menolak adanya indikasi yang menunjukkan kemungkinan keterlibatan Iran dalam serangan baru-baru ini terhadap sebuah kapal tanker minyak Israel di lepas pantai Oman.

“Kami tidak memiliki alasan sedikit pun untuk percaya [bahwa Iran terlibat dalam serangan itu],” kata Direktur Departemen Asia Kedua Kementerian Luar Negeri Rusia, Zamir Kabulov kepada Ria Novosti, Senin (02/08).

Dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, Zodiac Maritime, perusahaan milik Israel yang mengelola kapal tanker itu, mengatakan bahwa dua awak, seorang warga Inggris dan seorang Rumania, tewas dalam serangan.

BACA JUGA:

Rezim Israel dan sekutunya, Amerika Serikat dan Inggris, bergegas menuduh Iran memiliki peran dalam insiden itu, tanpa memberikan bukti apa pun. Kementerian Luar Negeri Rumania juga menuduh bahwa serangan itu disengaja dan dikoordinasikan oleh Teheran.

Kabulov, bagaimanapun, menegaskan kembali sikap Rusia, mengatakan penolakan Moskow untuk menguatkan tuduhan tersebut karena “kami tidak memiliki fakta.”

“Ketika ada fakta, maka kami akan menentukan posisi kami,” tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Iran telah memanggil kuasa usaha Inggris dan duta besar Rumania untuk menyampaikan protes keras Teheran. Mengingatkan para utusan itu bahwa sumber ketidakstabilan di Teluk Persia bukanlah Republik Islam, tetapi sebenarnya kehadiran negara-negara diluar kawasan.

BACA JUGA:

Juru bicara kementerian Saeed Khatibzadeh juga membantah tuduhan itu. Menyebutnya   “sama sekali tidak berdasar,” dengan mengatakan mereka menampilkan klaim “kontradiksi,” “kosong,” dan “provokatif”.

Pejabat itu juga mengeluarkan peringatan keras terhadap setiap tindakan petualangan yang menargetkan kepentingan Republik Islam berdasarkan klaim yang tidak berdasar. (ARN)

About Arrahmahnews 31320 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.