Muslim Yaman Kelaparan, Pemilik Burj Khalifa Sumbang Jutaan Dolar ke Israel

Dubai, ARRAHMAHNEWS.COM – Seorang pengusaha Emirat memberikan sumbangan untuk salah satu proyek Zionis di wilayah Palestina yang diduduki, media Israel melaporkan.

Portal berita “Calcalist” Israel, yang berspesialisasi pada ekonomi, mengatakan “Salah satu dari lima donatur besar untuk proyek besar Israel yang dimulai 18 tahun lalu, adalah pengusaha Emirat, Mohammed Al-Ayyar,” menurut laporan yang dikeluarkan oleh “i24” Israel.

Baca: 

Calcalist lebih lanjut mengatakan, “Kelimanya diam-diam memberikan bantuan kepada ribuan keluarga (Israel) yang menderita kelaparan dan kemelaratan, dengan nilai 550 juta shekel (sekitar $ 170 juta),” dan menekankan bahwa “Mohammed Al-Ayyar adalah ketua dewan direktur perusahaan yang memiliki Burj Khalifa.”

Identitas lima donor bisnis utama terungkap pada minggu ini, selama konferensi tentang “keamanan pangan” yang diadakan di Tel Aviv.

Pengusaha Emirat itu bergabung dengan proyek besar Israel yang dimulai 18 tahun lalu, pada 2018; Artinya, sebelum perjanjian normalisasi yang ditandatangani antara pendudukan dan UEA, menurut Calcalist.

Portal berita itu juga menyatakan, “Pengusaha Israel, Moti Ben Moshe, mendirikan proyek tersebut pada tahun 2003, mulai bekerja dengan 2.500 keluarga, dan berhasil merekrut sejumlah donor, termasuk pengusaha Emirat, untuk membantu keluarga yang membutuhkan,” menurut klaimnya.

Pengusaha Al-Ayyar adalah Ketua Dewan Direksi perusahaan real estate terbesar di Uni Emirat Arab “Emaar Properties“, yang memiliki Burj Khalifa; Menara tertinggi di dunia.

Ben Moshe mengklaim dalam wawancaranya dengan surat kabar Ibrani, bahwa “alasan yang mendesak Al-Abbar untuk bergabung dengan proyek ini adalah besarnya.”

Portal itu juga enunjukkan bahwa “lima pengusaha berinvestasi dalam kartu makanan dan parsel untuk orang-orang Israel dari semua sektor sosial, senilai 550 juta shekel selama 18 tahun,” dan menekankan bahwa kelima pengusaha “terus-menerus menginvestasikan dalam jumlah besar.”

Abu Dhabi dan Tel Aviv, dengan restu dari mantan Presiden AS Donald Trump, mengumumkan pada hari Kamis, 13 Agustus 2020, “perjanjian damai (normalisasi) Israel-Emirat”, puncak dari penutupan hubungan rahasia yang berlangsung selama bertahun-tahun. (ARN)

Sumber: FNA

About Arrahmahnews 31222 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.