Anak Akidi Tio Dilaporkan ke Polisi Terkait Kasus Penipuan Rp.2,5 Milyar

Anak Akidi Tio Dilaporkan ke Polisi Terkait Kasus Penipuan Rp.2,5 Milyar
Heriyanty dan Kaluarga

Sumsel, ARRAHMAHNEWS.COM Kasus sumbangan Rp2 Triliun yang membuat heboh seantero Indonesia oleh keluarga almarhum Akidi Tio hingga saat ini belum jelas penyelesaiannya. Heryanty, anak bungsu dari alm. Akidi Tio kesandung persoalan baru.

Heryanty dilaporkan ke polisi oleh seorang dokter spesialis kandungan, Siti Mirza Nuria. Dalam laporan itu, Heryanty disebut melakukan penipuan sebesar Rp 2,5 miliar.

BACA JUGA:

Laporan polisi dengan nomor LP/B/704/VIII/2021/SPKT/POLDA SUMATERA SELATAN. Dalam laporan itu, tertulis nama terlapor adalah Heryanty alias Ahong.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan, Komisaris Besar Supriadi, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terhadap Heryanty.

Menurutnya, Heryanty dilaporkan oleh rekannya, dr Siti Mirza Nuria terkait dugaan kasus penipuan.

“Laporannya ada terkait dengan penipuan. Tapi itu tadi yang bersangkutan belum memberikan keterangan ke kita terkait dengan isi laporan yang disampaikan,” kata Supriadi, Senin (9/8/2021), dikutip dari Tribun Sumsel.

Meskipun demikian, Supriadi mengaku belum melihat secara langsung laporan polisi yang dilayangkan dokter Siti Mirza Nuria.

Karena itu, dia mengaku belum mengetahui secara detail isi laporan tersebut. Namun, ia menegaskan, dokter Siti Mirza Nuria hingga saat ini belum mencabut laporan terhadap Heryanty.

BACA JUGA:

“Katanya akan dicabut, tapi sampai saat ini belum ada pencabutan (laporan),” ucap Kombes Supriadi.

“Jika memang laporannya bakal dicabut, kita akan tanyakan dulu kenapa alasannya dan tentunya pencabutan laporan harus dilakukan secara resmi.”

Supriadi menjelaskan, tidak menutup kemungkinan, pihak kepolisian bakal memeriksa dokter Siti Mirza dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap laporan yang dibuatnya.

Anak Akidi Tio Dilaporkan ke Polisi Terkait Kasus Penipuan Rp.2,5 Milyar
Heriyanty dan Kaluarga

“Bisa saja pelapor (dokter Siti Mirza Nuria) jadi saksi terkait dengan laporannya. Tapi sampai saat ini belum ada diminta sebagai saksi karena dia juga belum datang,” ujar Supriadi.

“Harusnya sebagai pelapor, setelah melapor dia diperiksa dulu, tapi sampai sekarang belum datang.”

Sementara itu, kuasa hukum dokter Siti Mirza, Rangga Afianto, menjelaskan duduk perkara laporan itu.

Menurut Rangga, kasus ini berawal ketika kliennya sempat meminjamkan uang kepada Heryanty dua tahun lalu sebesar Rp 2,5 miliar.

Pinjaman uang hingga miliaran itu diberikan secara berangsur. Dari pengakuan peminjam, uang tersebut akan digunakan untuk investasi.

Awalnya, Heryanty dan dokter Siti Mirza membuat perjanjian tertulis bahwa uang tersebut harus dikembalikan pada Juni 2020.

Namun, hingga saat ini belum ada informasi pasti dari yang bersangkutan.

Menurut Rangga, kasus ini berawal ketika kliennya sempat meminjamkan uang kepada Heryanty dua tahun lalu sebesar Rp 2,5 miliar.

Pinjaman uang hingga miliaran itu diberikan secara berangsur. Dari pengakuan peminjam, uang tersebut akan digunakan untuk investasi.

Awalnya, Heryanty dan dokter Siti Mirza membuat perjanjian tertulis bahwa uang tersebut harus dikembalikan pada Juni 2020.

Namun, hingga saat ini belum ada informasi pasti dari yang bersangkutan.

“Tapi sampai sekarang belum terealisasi, bahkan kami sudah lost contact semenjak kabar sumbangan Rp 2 triliun mencuat,” tutur Rangga.

Mengenai kabar bahwa uang Rp 2,5 miliar digunakan untuk mencairkan Rp2 triliun, dirinya tidak mengetahui pasti. Sebab, hubungan Heryanty dengan kliennya hanya sebatas pinjam-meminjam.

“Itu hal teknis. Kami dan klien tidak tahu, urusan kami hanya meminjamkan uang,” kata Rangga.

“Mau digunakan untuk apa dan bagaimana kami tidak tau, dia hanya bilang kalau pinjaman Rp2,5 miliar tersebut untuk investasi.” (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31222 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.