Romo Hasan Sebut Politisi PKS Mardani Ali Sera Bodoh

Romo Hasan Sebut Politisi PKS Mardani Ali Sera Bodoh
Mardani Ali Sera, PKS

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Pernyataan politisi (Partai Keadilan Sejahtera) PKS, Mardani Ali Sera mendapat sindiran keras dari pegiat media sosial, Romo Hasan atau yang dikenal kang hasan melalui akun facebooknya.

“Ini kan sebenarnya soal Mardani itu bodoh, tapi banyak orang ndak tahu. Gitu aja kok.Kenapa bodoh?’, tulis kang Hasan.

BACA JUGA:

Lebih lanjut, katanya, “Yang boleh masuk itu bukan hanya TKA Cina. TKA negara lain pun boleh. Tapi syaratnya banyak. Kan jelas aturannya. Sudah vaksin lengkap. Harus karantina.”

Kang hasan juga menegaskan meskipun PPKM, orang lokal yang bekerja di sektor esensial boleh bekerja tidak seperti tudingan politisi PKS tersebut.

“Kata Mardani, kenapa orang lokal harus tinggal di rumah? Salah Mardani. Bodoh benar kau ni. Orang lokal, pekerja pada sektor tertentu boleh kerja. Bahkan wajib. Nah, TKA juga sama. Kalau mereka menduduki jabatan di sektor yang bukan esensial, sampai sini juga langsung WFH. Sama saja perlakuannya,” tutupnya.

Sebelumnya, Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera turut menyoroti kedatangan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China lantaran datang saat Indonesia menerapkan pembatasan mobilitas.

BACA JUGA:

Hal tersebut diucapkan Mardani melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @MardaniAliSera, Mardani Ali Sera mengatakan bahwa datangnya para pekerja migran asal China disebut dapat merusak hasil dari kebijakan penerapan PPKM.

“Kedatangan 34 TKA China tersebut bisa saja merusak hasil dari kebijakan PPKM yang sudah dijalankan selama ini,” kata Mardani.

“Alasan ITAS absurd. Jika mereka punya ITAS, WNI lebih kuat punya KTP tapi tetap diminta stay at home. Ini kebijakan yang mencederai keadilan publik dan ini sudah kejadian yang berulang. Ada apa dengan pemerintah?” ucap Mardani. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31315 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.