Israel: Talliban Rebut Afghanistan Bukti Intelijen AS Gagal

Israel: Talliban Rebut Afghanistan Bukti Intelijen AS Gagal
Amos Yadiin

Tel Aviv, ARRAHMAHNEWS.COM Mayor Jenderal Amos Yadlin, mengatakan bahwa “Penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan sangat memalukan dan tidak banyak membantu pasukan moderat.”

Mantan kepala Divisi Intelijen Israel itu, berkomentar setelah memburuknya situasi di Afghanistan. Taliban menguasai hampir seluruh wilayah di negara itu, sementara Presiden Afghanistan Ashraf Ghani melarikan diri ke Tajikistan atau Kesultanan Oman.

BACA JUGA:

“Kami tidak bergantung pada Amerika Serikat. Kami tidak mengharapkan Amerika menyelesaikan masalah keamanan kami, dan kami tidak pernah meminta mereka menumpahkan setetes darah untuk kami,” lanjut Yadlin. Kami mengatakan beri kami sarana dan beri kami bantuan, melalui bantuan keamanan dan dukungan politik di PBB dan Dewan Keamanan.”

Israel: Talliban Rebut Afghanistan Bukti Intelijen AS Gagal
Amos Yadiin

“Untuk keamanan, kami melakukannya sendiri. Meskipun ada gangguan di Afghanistan. Amerika Serikat mungkin menarik diri dari Timur Tengah, dan ini tidak dimulai di Afghanistan. Ini dimulai di Irak, dan berlanjut ke Suriah.”

Brigadir jenderal Israel, Yossi Kuperwasser pada hari Senin, menegaskan bahwa “runtuhnya pemerintah Afghanistan adalah bukti lain dari kesulitan yang dihadapi Barat pada umumnya, dan intelijen Amerika pada khususnya di dunia Islam.”

Mantan kepala divisi penelitian intelijen Israel, Amos Gilad, pada gilirannya, mengatakan bahwa “ada kegagalan yang mengerikan dari intelijen Amerika sepanjang tahap pengambilan keputusan, dan kita harus waspada agar ini tidak terjadi di wilayah kita”.

BACA JUGA:

Sementara brigadir jenderal Yossi Cooper menyatakan bahwa “langkah Amerika akan dianggap sebagai tanda kelemahan di kancah internasional.”

Media Israel mengomentari keluarnya Amerika dari Afghanistan, dengan mengatakan bahwa “pasukan AS bukan mengevakuasi warganya, tapi sebenarnya melarikan diri dari Afghanistan, dan itu bukan penarikan seperti yang dikatakan oleh pemerintah Amerika.”

“Pemerintah AS menggambarkannya sebagai penarikan, tapi ini sebenarnya pelarian,” mengingat “setelah 20 tahun, Amerika Serikat akan meninggalkan Afghanistan di bawah Joe Biden dengan cara yang memalukan.”

Sementara komentator urusan militer untuk “Channel 12”, Nir Dvory, mengatakan bahwa “penarikan pasukan Amerika dari Afghanistan, akan mempengaruhi Irak dan Suriah.” (ARN)

Sumber: Al-Mayadeen

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31360 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.