Nasrallah ke Israel: Jangan Salah Perhitungan soal Kekuatan Militer Hizbullah

Nasrallah ke Israel: Jangan Salah Perhitungan soal Kekuatan Militer Hizbullah
Hassan Nasrallah, Hizbullah Lebanon

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM – Sekretaris Jenderal Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrallah pada hari Selasa (17/08) memperingatkan ‘Israel’ terhadap kesalahan perhitungan yang berkaitan dengan kekuatan militer Hizbullah, menekankan bahwa perlawanan mungkin tidak akan pernah terpengaruh oleh krisis ekonomi di Lebanon.

Sayid Nasrallah menekankan bahwa kekurangan bensin dan solar di Lebanon disebabkan oleh dua fenomena, yaitu monopoli dan penyelundupan. Ia menambahkan bahwa beberapa pemimpin politik di negara itu terlibat dalam penimbunan bahan bakar minyak dalam jumlah besar.

BACA JUGA:

Dalam pidatonya di Dahiyeh Beirut, Sayid Nasrallah menunjukkan bahwa beberapa dari para pemimpin politik itu sengaja mengarahkan isu pada masalah penyelundupan untuk menuding pemerintah Suriah dan sekutunya di Lebanon bertanggung jawab atas krisis tersebut.

Nasrallah ke Israel: Jangan Salah Perhitungan soal Kekuatan Militer Hizbullah
Hassan Nasrallah, Hizbullah Lebanon

Nasrallah menekankan bahwa Hizbullah menolak dan mencela setiap kasus penyelundupan bahan bakar minyak ke Suriah, menambahkan bahwa Partai Perlawanan bahkan telah meminta pihak berwenang Suriah untuk memberikan Lebanon sejumlah solar guna membantu rumah sakit dan toko roti dalam menghadapi kekurangan bahan bakar.

Ia juga mengungkap telah menerima surat dari otoritas Suriah yang meminta bantuan Hizbullah mengatasi masalah penyelundupan karena berdampak negatif terhadap rencana ekonomi di Suriah.

“Beberapa yang berpura-pura menjadi musuh Suriah terlibat dalam penyelundupan bensin ke Suriah karena keserakahan dan nafsu mereka akan uang”.

BACA JUGA:

Sayyid Nasrallah menyatakan bahwa Hizbullah tidak keberatan dengan pengerahan pasukan di perbatasan untuk mencegah penyelundupan, menambahkan bahwa ini adalah tugas negara.

Pemimpin Hizbullah itu mencatat bahwa krisis ekonomi di Lebanon adalah perang AS terhadap Lebanon, bukan terhadap hanya Perlawanan.

Sayid Nasrallah menekankan bahwa AS ingin membuat Lebanon tunduk pada kehendak Israel. Ia meyoroti bagaimana duta besar AS, ikut campur dalam penunjukan direktur dan pembicaraan demarkasi perbatasan maritim.

“Lebanon telah menjadi bagian dari poros yang menggagalkan skema AS pada tahun 1982, 2000, 2006, dan 2011.”

Sayyid Nasrallah menekankan bahwa pemerintah AS memerintahkan pihak-pihak tertentu serta bank Lebanon untuk mentransfer simpanan keuangan mereka ke luar negeri, menambahkan bahwa Washington mendesak Hariri untuk mengundurkan diri pada 2019 dan mendanai LSM-LSM.

BACA JUGA:

Sayyid Nasrallah menekankan bahwa perang ekonomi yang bersinggungan dengan faktor-faktor lokal ini bertujuan untuk menyebabkan keruntuhan menyeluruh di Lebanon sehingga Lebanon kehilangan martabat, kedaulatan, dan hak-hak mereka.

“Ketika kita menyadari bahwa kita sedang menghadapi perang ekonomi, kita akan lebih teguh menghadapinya,” katanya sebagaimana dikutip Al-Manar.

Sayyid Nasrallah kemudian memperingatkan ‘Israel’ terhadap kesalahan perhitungan yang berkaitan dengan kekuatan militer Hizbullah, menekankan bahwa perlawanan mungkin tidak akan pernah terpengaruh oleh krisis ekonomi di Lebanon.

“Apa yang terjadi baru-baru ini (respons roket Hizbullah terhadap agresi udara Israel di Lebanon) telah membuktikannya.” (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31222 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.