Ancaman ISIS di Bandara Kabul Nyata dan Berbahaya

Kabul, ARRAHMAHNEWS.COM – Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, pada hari Minggu, mengatakan bahwa “ancaman ISIS di bandara Kabul adalah nyata dan sangat serius.”

Sullivan menambahkan bahwa “informasi dari sumber di lapangan membuat kami menanggapi ancaman ISIS dengan sangat serius,” dan menjelaskan bahwa “komunikasi dengan Taliban terus berlanjut, dan Washington telah mengancam mereka dengan tanggapan tegas jika mereka menyerang orang-orang Amerika.”

Baca: 

Penasihat Keamanan Nasional menegaskan bahwa ia tidak percaya bahwa al-Qaeda di Afghanistan menyerang kami, dan menekankan bahwa “situasi di Afghanistan tragis, kami bekerja untuk membuka jalan yang aman bagi warga warga Afghanistan yang bekerja dengan kami.”

Dalam konteks terkait, juru bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan bahwa Presiden AS Joe Biden akan mengadakan pertemuan virtual dengan para pemimpin G7, pada hari Selasa.

Psaki menjelaskan bahwa pertemuan itu “akan membahas situasi di Afghanistan, termasuk pemberian bantuan kemanusiaan kepada para pengungsi Afghanistan.”

Dalam beberapa hari terakhir, pesawat dari berbagai negara di dunia berpartisipasi dalam mengevakuasi diplomat, warga asing dan Afghanistan dari bandara Kabul. Sementara Washington memperingatkan warganya untuk tidak pergi ke bandara dan mendekati gerbangnya.

Sementara itu, seorang pejabat senior Taliban mengatakan pada hari Minggu, bahwa “Amerika Serikat bertanggung jawab atas kekacauan di bandara Kabul, di mana ribuan warga Afghanistan menuntut evakuasi.”

Salah satu pejabat Taliban, Amir Khan Muttaki menegaskan bahwa “Amerika, dengan segala kekuatan dan fasilitasnya, gagal menertibkan bandara,” dan menambahkan bahwa “perdamaian dan ketenangan berlaku di seluruh negeri, kecuali kekacauan di bandara Kabul.” (ARN)

Sumber: Sputnik Arabic

About Arrahmahnews 31222 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.