Turki Tolak Pengungsi Afghanistan, Sebut Tak Bisa Terima Beban Baru

Turki Tolak Pengungsi Afghanistan, Sebut Tak Bisa Terima Beban Baru
Cavusoglu

Turki, ARRAHMAHNEWS.COM Turki menolak kedatangan pengungsi dari Afghanistan, dengan Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu mengatakan tak bisa menanggung beban gelombang migran baru.

Pernyataan ini disampaikan Cavusoglu setelah pembicaraan dengan rekannya dari Jerman, ditengah kekhawatiran tentang gelombang migran baru yang akan tetap ada setelah pengambilalihan Taliban.

BACA JUGA:

“Sedangkan Turki, kami telah cukup melaksanakan tanggung jawab moral dan kemanusiaan kami terkait migrasi,” kata Cavusoglu, dalam konferensi pers bersama dengan Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas pada hari Minggu (30/08).

Turki Tolak Pengungsi Afghanistan, Sebut Tak Bisa Terima Beban Baru
Cavusoglu

“Tidak mungkin bagi kami untuk menanggung beban pengungsi tambahan,” kata Cavusoglu sebagaimana dikutip Al-Jazeera.

Peristiwa di Afghanistan telah memicu kekhawatiran di Uni Eropa akan terulangnya krisis pengungsi 2015, di mana hampir satu juta orang yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah dan sekitarnya menyeberang ke Yunani dari Turki sebelum melakukan perjalanan ke utara ke negara-negara kaya.

BACA JUGA:

Untuk membendung arus pengungsi, UE mencapai kesepakatan dengan Turki pada 2016 untuk menampung warga Suriah yang melarikan diri dari perang di negara mereka dengan imbalan miliaran euro untuk proyek-proyek pengungsi.

Cavusoglu mengatakan Eropa, serta negara-negara regional, juga akan terpengaruh jika migrasi dari Afghanistan berubah menjadi krisis dan pelajaran harus dipetik dari krisis pengungsi Suriah.

Turki saat ini menampung 3,7 juta pengungsi Suriah, populasi pengungsi terbesar di dunia, di samping sekitar 300.000 warga Afghanistan. Turki telah memperkuat langkah-langkah di sepanjang perbatasan timurnya untuk mencegah penyeberangan untuk mengantisipasi gelombang migran baru dari Afghanistan. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31320 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.