8 Milisi Taliban Tewas dalam Serangan Gagal ke Lembah Panjshir

8 Milisi Taliban Tewas dalam Serangan Gagal ke Lembah Panjshir
Pejuang NFR

Afghanistan, ARRAHMAHNEWS.COM Ketika pesawat AS terakhir meninggalkan Afghanistan Senin malam, beberapa laporan menunjukkan bahwa Taliban melancarkan serangan ke lembah Panjshir, di mana delapan anggota Taliban dilaporkan tewas.

Beberapa media yang mengutip sumber-sumber yang dekat dengan Ahmad Massoud, pemimpin Front Perlawanan di Panjshir, melaporkan bahwa Taliban telah menyerang provinsi itu tetapi serangan-serangan mereka berhasil dihalau.

BACA JUGA:

Laporan menyebut bahwa pasukan Taliban menyerang Panjshir dari beberapa arah pada hari Senin, tetapi pasukan perlawanan menangkis serangan Taliban.

 

Sementara itu, RT melaporkan bahwa pada hari Selasa, perwakilan dari kelompok anti-Taliban utama Front Perlawanan Nasional (NRF), mengklaim bahwa pasukan Taliban telah dipukul mundur setelah mencoba memasuki lembah Panjshir. Daerah satu-satunya dari 34 provinsi yang sepenuhnya berada di luar kendali Taliban. Titik paling barat daya provinsi ini terletak hanya 50 mil di utara Kabul.

Menurutnya, sedikitnya delapan anggota Taliban tewas dan beberapa lainnya terluka dalam bentrokan tersebut.

8 Milisi Taliban Tewas dalam Serangan Gagal ke Lembah Panjshir
Pejuang NFR

BACA JUGA:

Taliban sebelumnya mengatakan bahwa mereka akan menyelesaikan masalah Panjshir melalui dialog. Laporan itu muncul saat Taliban mengumumkan sejak awal kehadirannya di Kabul bahwa mereka bermaksud menyelesaikan masalah Panjshir melalui negosiasi.

Di sisi lain, Ahmad Massoud, putra Ahmad Shah Massoud, sebelumnya mengatakan bahwa jika pemerintah inklusif di Afghanistan berkuasa, dia akan rela tidak membalas dendam atas darah ayahnya.

Taliban belum mengomentari tewasnya anggota mereka ini, dimana penguasa baru Afghanistan dilaporkan terus mencari penyelesaian yang dinegosiasikan dalam mencoba untuk membentuk pemerintahan di Kabul.

Ali Nazary, kepala hubungan luar negeri untuk NRF, mengatakan kelompok itu tidak tertarik dengan proposal Taliban karena jauh dari tuntutan mereka.

“Masalahnya adalah mereka tidak mau membuat konsesi apa pun. Dan kami tidak mau menerima segala jenis sistem politik yang tidak inklusif,” kata Nazary seperti dikutip The Wall Street Journal. (ARN)

About Arrahmahnews 31360 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.