Abdulmalik Houthi: Saudi Berkolusi dengan AS-Israel Lawan Umat Islam

Abdulmalik Houthi: Saudi Berkolusi dengan AS-Israel Lawan Umat Islam
Abdul Malik Houthi

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Pemimpin gerakan perlawanan Ansarullah Yaman mengatakan tidak ada keraguan bahwa Arab Saudi berkolusi dengan Amerika Serikat dan rezim Israel sebagai anggota koalisi melawan seluruh dunia Muslim.

“Ketidakadilan yang dilakukan oleh AS dan rezim Zionis merupakan ancaman berbahaya bagi keyakinan agama, keamanan, kebebasan, dan martabat seluruh dunia Muslim. Tidak ada keraguan bahwa rezim Saudi bersekongkol dengan Amerika Serikat dan Israel,” kata Abdul-Malik al-Houthi dalam pidato yang disiarkan langsung dari ibu kota Yaman, Sana’a, Kamis sore (02/09).

BACA JUGA:

Kepala Ansarullah itu mencatat bahwa Washington dan rezim Tel Aviv adalah penerima manfaat utama dari serangan militer pimpinan Saudi yang sedang berlangsung terhadap Yaman dan berbagai konspirasi yang diselenggarakan terhadap negara-negara regional.

Houthi menyoroti bahwa negara Yaman terlibat dalam perjuangan yang sah dan benar melawan agresi AS dan Israel, mencela mereka yang secara salah bersekutu dengan Washington dan rezim Tel Aviv.

Abdulmalik Houthi: Saudi Berkolusi dengan AS-Israel Lawan Umat Islam
Abdul Malik Houthi

Pemimpin Ansarullah itu menekankan bahwa seseorang tidak bisa tinggal diam dalam menghadapi permusuhan AS dan Israel, karena keduanya menindas seluruh dunia Muslim.

“Jika kita kalah dalam perang ini, akan ada pangkalan Amerika, Inggris dan Israel di Sana’a dan di tempat-tempat lain di Yaman,” kata Houthi sebagaimana dikutip PressTV.

Ia menambahkan bahwa ajaran Islam menegaskan bahwa seseorang tidak boleh duduk diam dalam menghadapi agresi dan pengepungan.

“Kami akan membebaskan seluruh negara kami dan merebut kembali semua wilayah yang diduduki oleh koalisi agresi [yang dipimpin Saudi],” simpul Houthi.

BACA JUGA:

Arab Saudi, yang didukung oleh AS dan sekutu regionalnya melancarkan perang terhadap Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah mantan Presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansur Hadi, kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan Ansarullah.

Perang telah menyebabkan ratusan ribu orang Yaman tewas, dan jutaan lainnya mengungsi. Perang juga telah menghancurkan infrastruktur Yaman dan menyebarkan kelaparan dan penyakit menular.

Angkatan bersenjata Yaman dan sekutu Komite Populer, bagaimanapun, melawan dengan kekuatan yang kemudian terus bertambah dalam melawan penjajah yang dipimpin Saudi, dan meninggalkan Riyadh beserta sekutunya dalam kemacetan atas perang mereka di negara itu. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31315 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.