Mesir Bersihkan Masjid dan Perpustakan dari Buku-buku Salafi dan Ikhwanul Muslimin

Mesir Bersihkan Masjid dan Perpustakan dari Buku-buku Salafi dan Ikhwanul Muslimin
Gerombolan Ulama Wahabi

Mesir, ARRAHMAHNEWS.COM Kementerian Wakaf (Kementerian Agama) Mesir lakukan pemeriksaan di sejumlah masjid di Kairo. Dari pemeriksaan tersebut pemerintah menyita buku-buku yang berbau gerakan Salafi,

Kementerian Wakaf Mesir meminta semua buku yang berhubungan dengan Salafi (terutama buku-buku yang ditulis oleh; Muhammad bin Abdul Wahab, Ibn Baz, Ibn Utsaimin, Ibn Taimiyah, Said Abdul ‘Adhim, Abdul Latif Mustahri, Abu Ishaq al-Huwaini, Mohammed Hussein Yacoub, dan Mohammed Hassan) dan Ikhwanul Muslimin dikeluarkan dari perpustakaan masjid dan perpustakaan di seluruh negeri dalam dua minggu ke depan. Komite akan dibentuk yang akan menilai buku-buku di masjid serta literatur yang diperbolehkan di dalamnya.

BACA JUGA:

Menteri Wakaf Mohammed Mokhtar Gomaa menyatakan bahwa akan ada konsekuensi bagi pejabat yang tidak mematuhi perintah. Ia memperingatkan bahwa para pemimpin masjid harus berjanji untuk tidak mengizinkan buku apapun di masjid tanpa izin sebelumnya dari kantor Administrasi Umum Bimbingan Agama.Langkah itu dilakukan di tengah model melawan ekstremisme di negara itu.

Hal itu melibatkan kementerian yang mengawasi pembangunan masjid serta mengawasi konten yang dapat dianggap sebagai ekstremis.

Surat kabar al-Watan, mengatakan bahwa penyitaan buku-buku ini datang setelah sebelumnya pemerintah melakukan penyitaan ratusan buku, kaset dan CD dari masjid “Ummahat Mukminiin”, dan masjid “Tauhid” di BarMasis dan Basbara.

BACA JUGA:

Sementara itu mengutip pernyataan Wakil Menteri Wakaf (Agama) di Kairo, Sheikh Jaber al-Taya mengatakan bahwa pemeriksaan ini mengungkap adanya kegiatan pengkaderan terhadap mahasiswa asal Somalia, Bangladesh, Rusia dan Kongo di dalam masjid “Ummahat Mukminin” tanpa ada persetujuan dari Kementerian dan al-Azhar.

Mesir Bersihkan Masjid dan Perpustakan dari Buku-Buku Wahabi
Gerombolan Ulama Wahabi

Kementerian Wakaf (Agama) mengingatkan para imam masjid, khotib dan dan petugas masjid untuk meneliti buku-buku yang ada di perpustakaan masjid, dan menyita buku-buku yang mengadopsi pemikiran wahabi yang tidak sesuai dengan toleransi dalam Islam, atau buku-buku yang berbau militansi, seperti buku-buku yang ditulis oleh ikhwanul muslimin, terutama pendahulu mereka Hasan al-Bana dan Yusuf al-Qardhawi.

Kementerian itu juga membantah berita pembakaran buku-buku yang disita, lebih lanjut ia menegaskan bahwa mereka hanya mengarahkan pemeriksaan semua buku, sebagai langkah awal pembentukan sebuah komite pemeriksaan ulang buku-buku tersebut, demi menghindari pemikiran radikal wahabi.

BACA JUGA:

Surat kabar al-Watan mengungkap bahwa pemerintah telah menyita lebih dari 7000 buku, CD dan kaset dari beberapa perpustakaan masjid di Alexandria, Kairo, dan Giza. Diantaranya buku-buku; Yusuf al-Qardhawi, Wajdi Ghoneim, Mohammed Abdel Maqsud, Sholah Sultan, Yasser Barhami, Mohammed Hussein Yakub, Abu Ishak al-Huwaini, Mohammed Hassan, Ahmad Farid, Mohammed Ismail, Mohammed Saed, dan Mohammed Hussein Yakub.

Sementara itu, Depertemen Kementerian Wakaf (Agama) akan terus memantau dan melakukan pemeriksaan masjid dan perpustakaan di setiap Provinsi, untuk memastikan dua tempat itu bersih dari buku-buku yang mengajak pada “militansi dan ekstremisme”, baik perafiliasi dengan pemikiran Ikhwanul Muslimin maupun Salafi Wahabi. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31268 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.