Bashar Assad: Musuh Lancarkan Perang Ekonomi karena Gagal secara Militer

Suriah, ARRAHMAHNEWS.COM – Dalam pertemuan dengan sekretaris jenderal Front Populer untuk Pembebasan Palestina, Komando Umum (PFLP-GC), Talal Naji, di Damaskus pada hari Sabtu, Presiden Suriah Bashar Assad menegaskan bahwa blokade ekonomi pasukan agresi terhadap rakyat Suriah bertujuan untuk menyerang struktur populer yang telah bertahan selama perang global di Suriah.

Presiden Assad mengatakan pasukan agresi telah memberlakukan blokade ekonomi di Suriah setelah kegagalan mereka di arena militer dan keamanan, menekankan bahwa rakyat negara itu akan mampu mengatasi tahap ini dan mencapai kemenangan akhir.

Suriah telah menjadi sasaran serangkaian sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat, terutama dalam beberapa tahun terakhir disaat negara itu dalam proses pemulihan diri pasca hampir satu dekade berjibaku dengan terorisme dan perang.

BACA JUGA:

Kemenangan Operasi Pedang Al-Quds

Kantor berita resmi Suriah SANA melaporkan bahwa dalam sambutannya, Assad juga menyoroti dampak strategis “Operasi Pedang al-Quds”. 11 hari peluncuran roket dan rudal pembalasan kelompok perlawanan Palestina dalam menanggapi kampanye pengeboman brutal Israel di Gaza pada bulan Mei.

Presiden Suriah itu memuji peran pasukan perlawanan dan rakyat Palestina, terutama di al-Quds dan wilayah pendudukan tahun 1948, dalam mencapai kemenangan yang luar biasa ini.

Tel Aviv meluncurkan kampanye pengeboman brutal terhadap Jalur Gaza yang terkepung pada 10 Mei, menyusul pembalasan Palestina terhadap serangan kekerasan terhadap jamaah di Masjid al-Aqsa dan rencana rezim pendudukan untuk memaksa sejumlah keluarga Palestina keluar dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem (Al-Quds) Timur.

BACA JUGA:

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, 260 warga Palestina tewas dalam serangan Israel, termasuk 66 anak-anak dan 40 wanita. Sedikitnya 1.948 lainnya juga terluka.

Sebagai tanggapan, gerakan perlawanan Palestina, di antaranya Hamas, meluncurkan Operasi Pedang al-Quds dan menembakkan lebih dari 4.000 roket dan rudal ke wilayah pendudukan, menewaskan 12 orang Israel. (ARN)

Tampaknya lengah oleh rentetan roket yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Gaza, Israel mengumumkan gencatan senjata sepihak pada 21 Mei, yang diterima oleh gerakan perlawanan Palestina dengan mediasi Mesir.

About Arrahmahnews 31315 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.