VIDEO: Krisis Afghanistan, Wawancara Lama Julian Assange Kembali Viral

Afghanistan, ARRAHMAHNEWS.COM Sebuah pernyataan yang disampaikan pendiri WikiLeaks, Julian Assange, pada tahun 2011 mengenai tujuan AS dalam perangnya di Afghanistan kembali viral di media sosial setelah penarikan memalukan Washington dari negara itu, meninggalkan kekacauan yang telah ditimbulkan dari pendudukan selama lebih dari dua dekade.

“Tujuan perang bukan untuk menaklukkan Afghanistan; tujuannya adalah untuk menggunakan Afghanistan untuk mencuci uang dari basis pajak AS dan UE melalui Afghanistan dan kembali ke tangan petugas keamanan transnasional. Tujuannya adalah untuk perang tanpa akhir, bukan perang yang sukses,” kata Assange dalam wawancara yang kembali diunggah situs WikiLeaks pada 18 Agustus lalu.

Mengaitkan apa yang terjadi di Afghanistan, pengguna sosial menekankan bahwa apa yang dikatakan Assange terbukti benar, dan penahanannya saat ini merupakan upaya untuk membungkamnya karena telah mengungkap kebenaran.

LA Progressive dalam artikelnya menyebut bahwa sementara penjahat perang bebas, Assange yang mengungkap kejahatan perang pemerintah AS di Timur Tengah dan penyiksaan ilegalnya di Guantanamo, berada di penjara disiksa, menderita, dan diisolasi.

BACA JUGA:

Upaya penuntutan pemerintah AS terhadap penerbit WikiLeaks adalah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap kebebasan pers. Dengan jurnalis terkenal itu berada di balik tembok penjara, perang terhadap kebebasan berbicara ini sekarang terus berkembang, mengubah internet menjadi medan pertempuran.

“Assange, yang sekarang dibungkam di dalam penjara London dengan keamanan maksimum, memperingatkan kita tentang penyensoran melalui perusahaan swasta yang menggerakkan masyarakat kita ke dalam otoritarianisme,” bunyi artikel tersebut.

Pada Januari 2018, sedikit lebih dari setahun sebelum polisi Inggris secara ilegal menangkapnya di dalam kedutaan Ekuador di London, Assange meramalkan “masa depan umat manusia adalah antara manusia yang mengendalikan mesin dan mesin yang mengendalikan manusia”. (ARN)

About Arrahmahnews 31315 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.