Yusuf Muhammad: Pelaku Pedofilia Dapat Panggung di TV, KPI Jago Ngeles!

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM – Pegiat medsos Yusuf Muhammad dalam akun Instagramnya mengkritik Stasiun TV dan KPI, yang memberikan panggung pada seorang pelaku pedofilia. Tentu ini tidak bisa dianggap biasa karena perlakukan istimewa seperti ini akan mendorong para pelaku pedofilia lain untuk terus melakukan kejahatannya.

Berikut ulasan Yusuf Muhammad dan komentar beberapa netijen tentang masalah ini:

Saya dari kemaren masih mencoba menahan diri untuk tidak speak up soal ini, tapi sepertinya sekarang sudah gak bisa ditahan lagi.

Baca: 

Ternyata pelaku pedofilia ini kemaren benar-benar tampil di salah satu stasiun TV, saya sebut saja @officialtrans7 @transtv_corp. Bahkan rencananya sudah banyak stasiun TV lain yang antri dan siap menampilkan pelaku pedofilia bagaikan pahlawan.

Pendapat saya, memang benar dia sudah jalani hukuman di penjara atas kasusnya, tapi kasusnya itu bukan kasus biasa. Kasusnya meninggalkan trauma yang berat dan sulit untuk disembuhkan. Menurut saya hanya korban yang bisa memaafkan atas pelaku sexual abuse.

Trus bagaimana nasib korban pedofilia jika melihat pelakunya tampil dibanyak stasiun TV? Bisa dibayangkan, apa jadinya jika korbannya adalah salah satu dari keluarga atau bahkan anak-anak kita ? Tahu tidak, akibat yg dilakukan SJ itu menyebabkan trauma berat dan membekas sampai dewasa. Bahkan juga bisa mempengaruhi kejiwaan hingga pada perbuatan bunuh diri.

Ini jelas sangat memalukan, jadi menurut saya parah sekali jika pelaku kejahatan pedofilia diberikan panggung untuk tampil di telivisi. Malah parahnya sampai disambut seperti pahlawan tanpa memikirkan dampak buruk si korban.

Inilah Indonesia, banyak acara telivisinya semakin tidak mendidik. @kpipusat juga tidak becus mengedukasi dan mengontrol program telivisi. Malah lembaga sensor sibuk cuma sensor-sensorin aurot acara kartun, dan sekarang kebusukan KPI malah kebongkar sendiri atas kasus pelecehan seksual yang dilakukan di internal anggota KPI.

Apakah nanti pelaku di internal KPI juga akan diperlakukan seperti pahlawan dan mendapatkan undangan banyak stasiun televisi ?

Jujur saja ya, kalau mau dikritik, banyak sekali acara TV sekarang yang justru merusak moral generasi masa depan anak-anak bangsa kita.

Jika memang KPI dan boss telivisi tidak mampu mengedukasi, maka sudah saatnya masyarakat memboikot semua stasiun telivisi yang tidak mendidik itu. Setuju?

Akun @virtualanteroos juga mengajak masyarakat untuk tidak menonton berita atau siaran yang menanyangkan si pedofil ini. Karena TV dan Komisi Penyiaran Indonesia sudah pasti tidak bisa dharapkan lagi.

Akun @Totok0912 menulis bahwa televisi adalah penyiaran publik yang kontennya harus memberikan pendidikan kepada pemirsa. Jika si cabul yang suka melahap sosis dikasih panggung di tv, maka perbuatan cabulnya itu akan dianggap lumrah dan akan ditiru oleh anak-anak.

Sekali lagi negeri ini meningkatkan selera humornya. Seorang predator, pedofilia disambut antusias keluar dari penjara sampai diberi rangkaian bunga. Belum habis kita tertawa oleh kebocoran data petinggi negara, sudah tambah lagi asupan segar yang mengacak imun. Rasanya perut ini tidak berhenti-henti keram otot. (ARN)

Sumber: Instagram Yusuf Muhammad.

About Arrahmahnews 31315 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.