Iran Kecam Serangan Udara Asing ke Panjshir, Afghanistan

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengkritik serangan udara Minggu malam di lembah Panjshir di Afghanistan utara yang diduga dilakukan oleh Pakistan untuk mendukung Taliban, yang pada Hari Senin mengklaim bahwa mereka telah merebut kubu oposisi.

“Serangan tadi malam dikutuk dengan keras … dan campur tangan asing yang Anda maksud harus diselidiki,” kata Khatibzadeh dalam menanggapi pertanyaan dari seorang reporter pada konferensi pers mingguannya Hari Senin. “Kami sedang menyelidikinya.”

Upaya Iran untuk mendirikan pemerintahan berbasis luas di Afghanistan, setelah Amerika Serikat mengakhiri kehadiran militernya selama 20 tahun setelah perjanjian Presiden Donald Trump tahun 2020 dengan Taliban, tampak semakin terlantar ketika Taliban meningkatkan upaya untuk merebut Penjshir, di mana Perlawanan Nasional Front (NRF), sebuah kelompok anti-Taliban, menyangkal klaim Taliban bahwa mereka berhasil menguasai daerah tersebut.

BACA JUGA:

Ahmad Masoud, pemimpin NRF, mengatakan pada hari Minggu bahwa para pejuangnya siap untuk meletakkan senjata mereka jika Taliban setuju untuk mengakhiri serangan mereka. Setelah klaim kemenangan mereka, Taliban meyakinkan penduduk setempat bahwa mereka akan aman, tetapi tidak ada janji politik untuk pemerintahan yang inklusif.

Tanpa menyebut Pakistan, Khatibzadeh mengatakan Iran mengutuk “setiap campur tangan asing dalam urusan Afghanistan,” menyerukan pembicaraan intra-Afghanistan, dan mendesak Taliban untuk mematuhi kewajiban mereka di bawah hukum internasional. Dia menyatakan keprihatinan tentang blokade atas Panjshir dimana orang-orang Panjshir kelaparan, listrik dan air dimatikan.

Dalam panggilan telepon hari Sabtu, menteri luar negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian, dan Abdullah Abdullah, mantan menteri luar negeri Afghanistan yang rencanya memimpin pembicaraan damai intra-Afghanistan, membahas pembentukan pemerintah inklusif dengan partisipasi semua warga kelompok etnis dan faksi Afghanistan. (ARN)

About Arrahmahnews 31360 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.