Kasus Larinya 6 Napi Gilboa Gagalkan Operasi Besar di Gaza

Tel Aviv, ARRAHMAHNEWS.COM – Udi Segel, komentator urusan politik di “Channel 12” Israel, mengatakan bahwa orang-orang dilingkaran Perdana Menteri, dan secara umum di pemerintahan, membicarakan tentang operasi besar di Gaza, namun terhenti dengan kaburnya 6 tahanan Palestina dari penjara Gilboa.

Lebih khusus lagi, Segel mengatakan, “Saya tidak berbicara tentang perkiraan strategis untuk beberapa bulan atau tahun mendatang, tetapi untuk minggu-minggu mendatang.”

Baca: 

Komentator urusan politik di Channel 12 menekankan bahwa “bau bahan bakar ada di udara, dan rencana operasional sudah siap, menurut pemahaman saya. Kemudian datang kabar al-Zubaidi bersama 5 orang tahanan lainnya dari Jihad Islam melarikan diri dari Gilboa. Menurut pemahaman saya, kasus ini menghalangi rencana tersebut.”

Siegel menjelaskan bahwa “salah satu poin dari pertemuan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett dengan Presiden AS Joe Biden di Washington adalah untuk mendapatkan rudal pencegat bernilai miliaran dolar, mengisi ulang gudang, dan melengkapi Iron Dome. Eskalasi akan terjadi dengan cara yang tidak direncanakan, artinya kita akan melakukannya.”

Sementara itu, komentator urusan politik di “Channel 12”, Dafna Eliel menganggap bahwa “kasus pelarian 6 tahnan mengembalikan pemerintah ke lumpur Palestina bukannya disibukkan dengan masalah Iran”

“Pelarian tahanan adalah krisis terbesar bagi pemerintahan Naftali Bennett hingga saat ini,” katanya, seraya menambahkan bahwa “ini adalah perubahan yang sangat penting dalam apa yang direncanakan pemerintah Bennett untuk dikerjakan pada periode ini. Dalam minggu-minggu penting ini, Bennett berencana untuk menempatkan semua kekuatannya pada file Iran, terutama tentang kesepakatan nuklir dan kemajuan Iran.” (ARN)

Sumber: Al-Mayadeen

About Arrahmahnews 31222 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.