Diskriminasi Wanita, Niluh Djelantik “Damprat” Gubernur Bali

Diskriminasi Wanita, Niluh Djelantik "Damprat" Gubernur Bali
Foto Koster dan Niluh Djelantik

Bali, ARRAHMAHNEWS.COM – Curhatan seorang master of ceremony (MC) wanita, yang merasa diperlakukan tidak adil dalam acara yang dihadiri Gubernur Bali, I Wayan Koster gegerkan dunia maya dan viral di Media sosial (medsos) Facebook akhirnya berbuntut panjang.

Tokoh wanita Bali Niluh Djelantik yang merasa keberatan atas perlakuan seperti itu pada Senin 13 September membuat petisi.

BACA JUGA:

Petisi itu ditujukan kepada Gubernur Bali, Wayan Koster dan dimunculkan di laman Change.org. Intinya menuntut gubernur Bali Wayan Koster menghentikan diskriminasi kepada pekerja event wanita.

Petisi tersebut muncul sebagai respon dari unggahan media sosial milik seorang MC yang viral lantaran mengungkap borok di protokoler Gubernur Bali yang meminta seorang MC wanita tidak tampil.

Diskriminasi Wanita, Niluh Djelantik "Damprat" Gubernur Bali
Foto Koster dan Niluh Djelantik

Pembatalan sepihak juga disebut dialami oleh MC ini ketika ada Gubernur Bali, I Wayan Koster tiba di lokasi acara.

Petisi ini digalang oleh Niluh Djelantik, dalam uanggahan di laman change.org Niluh menulis panjang surat terbuka untuk Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Hingga Selasa 14 September 2021 dini hari sudah ada 1.193 orang yang tanda tangan setuju dengan pernyataan Niluh Djelantik.

Bahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menyoroti MC wanita yang viral dilarang tampil di panggung saat acara dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster. Bintang meminta Pemprov Bali, khususnya Koster, tidak memandang rendah perempuan.

“Lingkungan kerja yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan perempuan, tanpa adanya kekhawatiran terhadap perlakuan diskriminasi, kekerasan maupun pelecehan. Semua pihak perlu bahu-membahu mencegah segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan pekerja,” kata Bintang dalam siaran pers seperti dilansir dari situs Kementerian PPPA, Selasa (14/9/2021).

“Jangan memandang rendah perempuan pekerja di dunia kerja, kesetaraan pun dapat tercipta jika tidak ada stigma negatif terhadap perempuan,” tegas menteri asal Bali ini.

Jumlah tanda tangan di petisi ini akan terus bertambah, terlebih baru diungah dua hari lalu. Berikut ini isi surat terbuka dan penjelasan di laman change.org.

SURAT TERBUKA Kepada Gubernur Bali, I Wayan Koster.Selamat sore Pak Koster, Kuharap bapak sehat dan berbahagia selalu. Siapkan tenaga ekstra membaca surat terbukaku yang kesekian kalinya ini ya.

BACA JUGA:

Sebagai bapaknya rakyat Bali. Sampai kapan rakyat harus merasa bagai anak ayam kehilangan induknya?.

Bapak pasti ingin dihormati, disayang, didengarkan, didukung. Tapi apakah bapak pernah bertanya pada diri sendiri,”Sudahkah saya memperlakukan rakyat saya dengan adil dan manusiawi ?”

Ini contohnya. Suara hati yang dicurahkan oleh @ecymcbali. Beliau adalah wanita kebanggaan Bali. Sebagaimana warga negara, Ecy berhak mendapatkan perlakuan yang fair dalam menjalankan profesinya.

Bapak lihat foto dan tulisan ini? Permasalahan ini bukan yang pertama kali. Aku menerima langsung keluhan mereka.

Kami memberikan waktu dan kesempatan agar ada perubahan dalam memperlakukan pekerja event WANITA yang selama ini diperlakukan dengan diskriminatif.

Tapi ternyata malah semakin menjadi-jadi. Alasannya apa? Mereka wanita baik-baik. Pekerja. Profesional. Ibu yang harus menghidupi keluarganya.

Istri yang berharap bisa membantu suaminya. Terutama di masa pandemi yang bikin ekonomi rakyat porak poranda. Apa yang ditakutkan dari mereka pak?

KENAPA PAK?

Mengapa ada perlakuan seperti ini ? Dimana rasa hormat kita pada wanita?

Kesabaran kami sudah habis. Aku gak peduli tentang urusan rumah tangga ataupun pribadimu. Aku peduli pada isi perut rakyat yang menuntut keadilan agar diperlakukan dengan empati dan kemanusiaan.

Jabatan itu ada batas dan waktunya. Kekuasaan itu adalah amanah. Gunakan sebagai alat untuk mensejahterakan rakyat. Bukan sebaliknya.

Kami menunggu klarifikasi dari bapak. yang jujur ya jawabnya.

Masukan dariku, HENTIKAN DISKRIMINASI PADA PEKERJA EVENT WANITA !!!!

Aku ingin melihat mereka bisa bekerja kembali dan mendapatkan perlakuan manusiawi. Ingat, suara rakyat adalah suara Tuhan. Aku tak akan berhenti menyuarakan hak mereka yang termarjinalkan. Sekalipun langit runtuh!. (ARN)

About Arrahmahnews 31317 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.