Iran: Barat Gunakan Standar Ganda Memalukan soal Nuklir Israel

DIMONA, ISRAEL

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam negara-negara Barat karena mengikuti standar ganda dalam menangani program nuklir non-damai Israel. Ia menekankan bahwa pengabaian Barat terhadap masalah ini telah mengubah rezim Zionis menjadi basis utama terorisme negara.

Saeed Khatibzadeh membuat pernyataan tersebut dalam konferensi pers pada Hari Senin (13/09) ketika ia ditanya mengapa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan negara-negara Eropa tidak menunjukkan kepekaan terhadap program nuklir non-damai Israel.

“Sayangnya, Barat mengikuti standar ganda dan sangat memalukan, [yang sebagai akibatnya] tidak hanya menahan diri untuk tidak menekan rezim [Zionis] ini untuk bergabung dengan [Perjanjian Non-Proliferasi nuklir] dan melucuti senjata, tetapi juga memberikan rezim tidak sah ini segala sesuatu yang [mendorongnya] melanggar sistem internasional dan menimbulkan ancaman permanen bagi kawasan dan dunia,” kata juru bicara Iran itu sebagaimana dikutip Press TV.

DIMONA, ISRAEL:

“Sebagai entitas tidak sah, yang telah berubah menjadi basis negara sponsor terorisme, rezim Zionis telah menciptakan kondisi yang sangat berbahaya bagi kawasan dan seluruh dunia,” tambah Khatibzadeh.

BACA JUGA:

Ia menekankan bahwa rezim Israel yang jahat, yang tidak mematuhi hukum internasional, duduk di atas ratusan hulu ledak nuklir dan mengejar program nuklir militer aktif.

Juru bicara Iran itu menambahkan bahwa rezim [Zionis] terus-menerus menolak untuk bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir dan aturan internasional lainnya di bidang ini. Israel juga telah menolak Perjanjian Pengamanan. Rezim tidak sah ini dikenal secara memalukan sebagai rezim jahat dalam sistem internasional terutama sehubungan dengan rezim nonproliferasi nuklir.”

“Wajar jika Iran dan negara-negara sekutunya serta negara-negara Muslim akan mengejar kawasan Timur Tengah yang bebas dari senjata nuklir,” kata Khatibzadeh. Ia menambahkan, “Rencana ini telah diajukan berkali-kali dan terakhir diboikot oleh Amerika Serikat demi kepentingan rezim [Zionis] ini. [Namun,] kami akan melanjutkan jalan ini.”

BACA JUGA:

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran itu menekankan, “Rezim [Zionis] ini tidak dalam posisi untuk berbicara tentang negara-negara anggota NPT yang berkomitmen pada peraturan damai energi nuklir.”

Rezim Israel, yang telah menolak untuk mengizinkan inspeksi fasilitas nuklirnya atau menandatangani NPT, menerapkan kebijakan ambiguitas yang disengaja tentang senjata nuklirnya dan diperkirakan memiliki 200 hingga 400 hulu ledak nuklir di gudang senjatanya. (ARN)

About Arrahmahnews 31360 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.