Protes Penindasan di Penjara Israel, Hampir 1400 Tahanan Palestina akan Mogok Makan

Protes Penindasan di Penjara Israel, Hampir 1400 Tahanan Palestina akan Mogok Makan
Demo Warga Palestina

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Komisi Otoritas Palestina untuk Tahanan  mengumumkan pada Selasa (14/09) bahwa hampir 1.400 tahanan Palestina yang berada di penjara-penjara Israel akan melakukan mogok makan untuk memprotes penganiayaan oleh otoritas penjara.

“Situasinya sangat buruk di penjara, itu sebabnya mereka melakukan mogok makan,” ujar Qadri Abu Bakr, kepala komisi Otoritas Palestina untuk tahanan, kepada wartawan pada hari Selasa, seperti dilansir TheCradle.

Ia menambahkan bahwa 1.380 tahanan, dari lebih dari 4.000 warga Palestina yang ditahan di penjara Israel, akan mengambil bagian dalam protes yang akan dimulai pada 17 September.

BACA JUGA:

Kondisi kehidupan para tahanan Palestina telah sangat memburuk selama seminggu terakhir setelah enam tahanan melarikan diri dari penjara keamanan maksimum Gilboa. Empat dari pelarian itu telah ditangkap.

Protes Penindasan di Penjara Israel, Hampir 1400 Tahanan Palestina akan Mogok Makan
Demo Warga Palestina

Sejak pelarian yang berani pada 6 September, otoritas penjara Israel telah menindak keras tahanan Palestina, memindahkan ratusan narapidana secara paksa ke penjara yang berbeda, menyita barang-barang pribadi, melarang semua kunjungan hingga akhir bulan, dan membatasi waktu istirahat serta jam istirahat, membatasi jumlah orang yang bisa berada di pekarangan.

BACA JUGA:

Ada juga kekhawatiran yang berkembang atas kondisi empat pelarian yang ditangkap karena pasukan intelijen Israel sangat membatasi siapa yang dapat memiliki akses ke mereka.

Pada 13 September, dilaporkan bahwa Zakaria Zubeidi, salah satu pelarian yang ditangkap, harus dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU) setelah mengalami “penyiksaan ekstrem” oleh polisi Israel.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Jihad Islam Palestina (PIJ) dan gerakan perlawanan Hamas telah meminta otoritas pendudukan bertanggung jawab atas keselamatan para tahanan, menambahkan bahwa perjanjian pertukaran tahanan di masa depan akan sepenuhnya bergantung pada pembebasan para pelarian yang ditangkap. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

About Arrahmahnews 31320 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.