Headline News

PM Israel: Pembentukan Negara Palestina Kesalahan Mengerikan

PM Israel: Pembentukan Negara Palestina Kesalahan Mengerikan

Saya menentang negara Palestina, saya pikir itu akan menjadi kesalahan yang mengerikan,” katanya. “Saya tidak akan melakukan itu

Israel, ARRAHMAHNEWS.COM – PM Israel Naftali Bennett menegaskan kembali penentangannya terhadap pembentukan negara Palestina yang berdaulat di wilayah pendudukan. Bennet menyebutnya sebagai “kesalahan yang mengerikan.”

Dalam sebuah wawancara dengan penyiaran publik Kan Israel pada hari Selasa, Bennett mengklaim bahwa negara Palestina tidak layak. Dengan demikian pertanyaan apakah akan mendukungnya tidak relevan.

BACA JUGA:

“Saya menentang negara Palestina, saya pikir itu akan menjadi kesalahan yang mengerikan,” katanya. “Saya tidak akan melakukan itu.”

Perdana menteri Israel itu sebagaimana dikutip PressTV, menyebut bahwa tidak ada terobosan politik yang mungkin terjadi dengan Palestina dalam waktu dekat.

Ia lebih lanjut menuduh bahwa jika Hamas atau kelompok perlawanan Palestina lainnya mengambil alih Tepi Barat, kehidupan orang Israel akan berubah menjadi neraka.

Palestina berusaha untuk mendirikan negara merdeka di Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam batas-batas tahun 1967, dengan al-Quds Timur sebagai ibukotanya.

Namun, ekspansi pemukiman Israel yang agresif dan rencana aneksasi telah memberikan pukulan serius bagi prospek perdamaian.

Putaran terakhir pembicaraan Israel-Palestina gagal pada tahun 2014. Di antara poin-poin utama dalam negosiasi tersebut adalah dihentikannya kegiatan pembangunan pemukiman Israel yang berkelanjutan di tanah yang diduduki.

Di tempat lain dalam wawancaranya, Bennett mengatakan bahwa ia tidak melihat alasan untuk bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

BACA JUGA:

Ia mempermasalahkan tuntutan Abbas atas tuduhan kejahatan perang terhadap Israel di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) dan pembayaran tunjangan bulanan kepada tahanan Palestina.

“Saya tidak melihat logika dalam bertemu seseorang yang menuntut tentara IDF di Den Haag dan menuduh mereka melakukan kejahatan perang, dan pada saat yang sama membayar gaji” kepada tahanan Palestina, kata Bennett.

Sementara itu, Bennett menegaskan bahwa dia setuju dengan pendekatan Menteri Urusan Militer Israel Benny Gantz dalam menjaga hubungan dengan pejabat Palestina.

Namun, tambahnya, saat ini tidak ada kemungkinan untuk memulai kembali pembicaraan dengan Palestina. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Berita Terbaru

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.002.956 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 6.058 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: