Afghanistan

Kepala WHO Temui Pejabat Taliban Bahas Bantuan Kemanusiaan

Afghanistan, ARRAHMAHNEWS.COM Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bertemu dengan pejabat senior Taliban di ibukota Afghanistan untuk menilai dan mengatasi krisis kemanusiaan yang semakin dalam di negara yang dilanda perang itu.

Laporan media yang mengutip sumber-sumber Taliban melaporkan bahwa Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus bertemu dengan pejabat Menteri Luar Negeri Taliban Amir Khan Muttaqi di Kabul pada hari Selasa (21/09).

BACA JUGA:

Pejabat menteri luar negeri dilaporkan mengatakan kepada kepala WHO bahwa “penundaan bantuan kemanusiaan dan penciptaan ‘penghalang serupa’ merusak status dan reputasi masyarakat internasional.”

“Sanksi dan tekanan menunjukkan bahwa bantuan kemanusiaan internasional ada di tangan ‘beberapa orang yang kuat’,” tambah pejabat menteri itu.

Agu 7, 2022

Kepala WHO

Sebelumnya, Ghebreyesus mengatakan dalam sebuah posting di media sosial bahwa ia akan mengunjungi fasilitas kesehatan, dan bertemu dengan petugas kesehatan serta pimpinan Taliban untuk membahas kesehatan rakyat Afghanistan.

Ghebreyesus juga bertemu dengan Mohammad Hasan Akhund, kepala menteri kabinet Taliban, dan para wakilnya untuk mendapatkan gambaran tentang situasi di Afghanistan.

WHO telah memperingatkan bahwa ratusan fasilitas medis di Afghanistan berisiko ditutup karena para donor yang membiayainya dilarang berurusan dengan pemerintahan baru Taliban.

Menurut proposal 15 poin yang ditujukan kepada Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dan ditandatangani oleh pejabat menteri luar negeri Taliban. Para pemimpin Taliban telah berjanji untuk menghilangkan “hambatan” bantuan, guna melindungi pekerja kemanusiaan, dan untuk menjaga kantor bantuan.

Pernyataan 10 September itu juga menggemakan janji sebelumnya untuk berkomitmen pada “semua hak perempuan… baik secara agama maupun budaya”.

Sesuai perkiraan OCHA, Afghanistan memiliki jumlah penduduk tertinggi kedua yang menghadapi tingkat darurat kelaparan di dunia. Diperkirakan 5,5 juta anak diproyeksikan menghadapi tingkat krisis kelaparan pada paruh kedua tahun ini. (ARN)

Sumber: PressTV

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: