Hot News

Pengiriman BBM Iran ke Lebanon Tampar atas Hegemoni AS-Israel

Pengiriman BBM Iran ke Lebanon Tampar atas Hegemoni AS-Israel

AS dan Israel merekayasa krisis bahan bakar di Lebanon dalam upaya untuk menjelekkan citra Hizbullah. Tetapi kelompok perlawanan menggagalkan upaya mereka

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang komentator politik mengatakan pengiriman bahan bakar Iran ke Libanon yang difasilitasi oleh Hizbullah dan Suriah adalah “tamparan keras atas hegemoni AS dan Israel” karena melanggar sanksi dan pengepungan yang diberlakukan di negara-negara tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan PressTV pada hari Selasa, Vanessa Beeley menekankan bahwa Washington dan Tel Aviv merekayasa krisis bahan bakar di Lebanon dalam upaya untuk menjelekkan citra Hizbullah. Tetapi kelompok perlawanan bersama dengan Teheran dan Damaskus, menggunakan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menyediakan bantuan yang sangat dibutuhkan untuk rakyat Lebanon.

BACA JUGA:

“Pengiriman bahan bakar Iran yang berhasil, melalui Suriah ke Lebanon yang dikawal oleh Hizbullah adalah tamparan keras atas hegemoni AS dan Israel di wilayah tersebut. Itu melanggar sanksi dan pengepungan yang diberlakukan oleh AS dalam upaya untuk membuat Suriah dan Lebanon bertekuk lutut secara ekonomi,” katanya.

“AS dan Israel sedang terpojok oleh kebijakan korup mereka sendiri dan agenda dominasi multi-spektrum. Setelah merekayasa krisis bahan bakar di Lebanon untuk menjelek-jelekkan Hizbullah dan membiarkan boneka korup mereka dalam lingkup politik Lebanon, dengan mendapatkan keuntungan dari pencurian dan penimbunan bahan bakar.

Hal itu secara efektif memberi kesempatan kepada Hizbullah, Iran dan Suriah untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam melawan koalisi AS, sanksi biadab dan memberikan bantuan kemanusiaan dan energi yang sangat dibutuhkan bagi rakyat Lebanon, sehingga mengangkat citra Hizbullah dan Suriah di mata warga sipil Lebanon, yang seeblumnya telah terpengrauh oleh propaganda AS dan Israel.”

Hizbullah mengimpor bahan bakar Iran untuk meringankan penderitaan rakyat Lebanon, yang hampir lumpuh karena kekurangan bahan bakar di tengah krisis ekonomi.

BACA JUGA:

Kapal-kapal Iran membongkar muatan bahan bakar mereka di pelabuhan Baniyas Suriah, kemudian dipindahkan ke Lebanon dengan truk-truk tanker.

Di tempat lain dalam wawancaranya, jurnalis yang berbasis di London mengatakan ancaman serangan terhadap kapal tanker Iran tidak terwujud dalam menghadapi persatuan dan kolaborasi negara-negara yang telah menderita di bawah kebijakan supremasi AS selama beberapa dekade.

“Sebagai ironi utama, pemadaman listrik kemarin mengganggu sesi parlemen di Lebanon dan anggota parlemen terpaksa meminta pembangkit listrik dari Hizbullah.

Perdana Menteri baru Najib Makati yang berkampanye menentang pengiriman bahan bakar Iran tetapi membutuhkan sesi parlemen untuk mengamankan mosi percaya untuk kabinet yang baru dibentuk, dan tidak memiliki pilihan lain selain diselamatkan oleh bahan bakar Iran yang difasilitasi oleh Hizbullah dan Suriah,” tegasnya.

“Blok Perlawanan … akan menganggap ini sebagai demonstrasi dominasi anti-imperialis yang muncul di Suriah dan Lebanon dengan menggagalkan upaya AS dan Inggris untuk membangun rezim politik proksi alternatif yang gagal setiap hari.”

Beeley lebih lanjut merujuk pada kemajuan terbaru oleh tentara Suriah di provinsi selatan negara itu dalam melawan teroris yang didukung asing dan pembebasan Dara’a al-Balad, sebuah distrik selatan kota Dara’a.

“Peristiwa baru-baru ini di Suriah juga menandai serangan balik baru Perlawanan terhadap komplotan imperialis AS… Tiga tahun pembunuhan yang didukung Inggris/AS, serangan bunuh diri dan operasi klandestin untuk menggulingkan pemerintah Suriah dan membunuh siapa pun yang dianggap ‘loyalis’ telah dibatasi dan dibawa kembali di bawah naungan militer dan negara Suriah,” katanya.

“Ini pasti akan mengarah pada pergerakan pasukan Hizbullah lebih dekat ke perbatasan Suriah dengan Israel dan perlu dicatat bahwa tidak ada serangan Israel yang melanggar hukum terhadap Suriah sejak gencatan senjata Dara’a mulai berlaku pada 31 Agustus.” (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.017.936 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 7.552 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: