Headline News

Israel Tingkatkan Kekerasan di Tepi Barat Pasca Pelarian 6 Tahanan Palestina

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Rezim Israel meningkatkan tindakan keras harian mereka terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki. Mereka melancarkan penangkapan, penyergapan, serangan malam hari, dan serangan keamanan yang lebih sewenang-wenang menyusul pelarian berani enam narapidana dari penjara Israel dengan keamanan maksimum.

Pada hari Rabu, kantor berita Wafa Palestina mengatakan rezim telah menangkap enam warga Palestina dari seluruh Tepi Barat selama invasi rumah malam hari dan serangan mendadak.

BACA JUGA:

Seorang ditangkap setelah pasukan menyerang rumahnya dan mengamuk disana, di kamp pengungsi Jalazone di utara kota Ramallah.

Agu 7, 2022

Tentara Israel Sadis

Empat lagi ditangkap dari kamp pengungsi Shuafat di al-Quds Timur oleh pasukan Israel yang “bersembunyi di sebuah minibus. Dan seorang lagi ditangkap di kota Yerikho, yang terletak di sebelah timur Ramallah.

Tel Aviv tidak pernah memberikan alasan konkret untuk operasinya, atau memberikan bukti yang dapat membenarkan mereka. Rezim ilegal itu juga tidak pernah meminta izin hukum apapun sebelum melakukan penangkapan.

Laporan yang dikutip PressTV itu mengatakan kekerasan secara rutin terjadi di daerah-daerah yang seharusnya berada di bawah yurisdiksi penuh Otoritas Palestina. Ini adalah sesuatu yang membuktikan sifat “sewenang-wenang” dari kampanye tersebut.

BACA JUGA:

“Di bawah hukum militer Israel, komandan tentara memiliki otoritas eksekutif, legislatif, dan yudikatif penuh atas tiga juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat. Palestina tidak memiliki suara tentang bagaimana otoritas ini dijalankan,” tulis badan tersebut.

Juga pada hari Rabu, pasukan Israel menyerbu beberapa kota Palestina di daerah Jenin di utara Tepi Barat dan mendirikan pos pemeriksaan di sana.

Tidak ada penangkapan yang dilakukan selama penggerebekan, yang oleh pengamat diidentifikasi sebagai contoh lain dari taktik menakut-nakuti yang digunakan rezim ini.

Jenin telah menerima beban eskalasi dalam agresi Israel sejak dari sanalah enam orang Palestina, yang melarikan diri dari penjara Israel di utara wilayah pendudukan pada 6 September, berasal. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: