Amerika

Kremlin: Sanksi Baru AS akan Hapus Spirit Jenewa

Kremlin: Sanksi Baru AS akan Hapus Spirit Jenewa

Itu akan menjadi skenario terburuk untuk hubungan kami. Itu akan menghapus ‘semangat Jenewa’ dan secercah harapan untuk dimulainya kembali dialog substantif

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM Penerapan sanksi baru AS terhadap Rusia akan menjadi skenario terburuk bagi hubungan kedua negara. Selain itu, itu akan menghapus “semangat Jenewa. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan hal ini kepada wartawan pada hari Jumat (24/09).

“RUU tersebut belum melalui beberapa iterasi lagi dan kemudian, pertanyaan akan muncul apakah pemerintah (AS) akan mendengarkan rekomendasi mengenai sanksi ini. Namun, itu akan menjadi skenario terburuk untuk hubungan kami. Itu akan menghapus ‘semangat Jenewa’ (KTT Rusia-AS di Jenewa) dan secercah harapan untuk dimulainya kembali dialog substantif yang muncul setelah KTT Jenewa,” kata Peskov, mengomentari langkah Dewan Perwakilan Rakyat untuk meloloskan pembelaan. RUU kebijakan yang mencakup pembatasan baru terhadap Moskow, seperti dilansir TasnimNews.

BACA JUGA:

Ketika ditanya apakah sanksi baru benar-benar akan diberlakukan, Peskov mencatat bahwa memprediksi langkah Washington bukanlah tugas Kremlin.

“Mungkin kita tidak bisa membuat perkiraan. Jelas, anggota Kongres AS masih haus menjatuhkan berbagai sanksi,” tambahnya.

Pada hari Kamis, Kongres AS meloloskan RUU kebijakan pertahanan untuk tahun keuangan berikutnya, serta inisiatif legislatif yang menyarankan pemerintahan Biden mempertimbangkan kemungkinan sanksi 35 warga negara Rusia, termasuk anggota pemerintah, pengusaha besar, tokoh masyarakat dan wartawan.

BACA JUGA:

Inisiatif lainnya adalah melarang orang Amerika membeli obligasi pemerintah Rusia yang baru diterbitkan tidak hanya di pasar primer tetapi juga di pasar sekunder sebagai tanggapan atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan AS.

Senat belum meloloskan versi RUU sendiri, berbeda dari yang diadopsi oleh kongres. Setelah itu, sebuah komisi akan bertemu untuk menyepakati rincian kedua dokumen tersebut dan kemudian mereka akan melakukan pemungutan suara di kedua kamar. Prosesnya bisa memakan waktu beberapa bulan. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.017.793 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 7.552 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: