Fokus

PDIP Bali Korbankan Partai untuk Bela Koster Terkait Kasus Diskriminasi MC Wanita

PDIP Bali Korbankan Partai untuk Bela Koster Terkait Kasus Diskriminasi MC Wanita

Perseteruan Koster dengan Niluh Djelantik memanas, sangat disayangkan kenapa PDIP Bali korbankan partainya untuk membela Koster terkait kasus diskriminasi

Bali, ARRAHMAHNEWS.COM Perseteruan gubernur Bali I Wayan Koster dengan Niluh Djelantik semakin memanas, Koster adalah salah satu kader partai PDIP, yang sangat disayangkan adalah kenapa PDIP Bali korbankan partainya untuk membela Koster terkait kasus diskriminasi MC wanita Bali? ini sangat memalukan sekali.

Niluh Djelantik, MOHON JANGAN RUSAK MARWAH PDIP SEBAGAI RUMAHNYA WONG CILIK!

Saat ini sebagai pejabat publik harus lapang dada menerima kritik dari masyarakat, bukan malah menjadikan kritik sebagai sebuah ancaman.

BACA JUGA:

Jika saja gubernur Bali membuat sebuah klarifikasi ke publik tentang hal itu alangkah baiknya, karena memang ditunggu penjelasannya.

Bahkan PDIP ancam akan pidanakan dan proses hukum pihak-pihak yang menyerang dan melakukan penghinaan terhadap Gubernur Bali Wayan Koster melalui media sosial (Medsos). PDIP juga tantang oknum politisi perempuan dan laki-laki yang selama ini cari panggung di tengah pandemi Covid-19 untuk bertarung secara fair dalam Pemilu 2024.

Pernyataan sikap untuk membela Gubernur Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDIP Bali ini disampaikan dalam pertemuan pengurus DPD PDIP Bali dan DPC PDIP Kabupaten/Kota se-Bali, di Kantor Sekretariat DPD PDIP Bali, Jalan Banteng Baru Nomor 4 Niti Mandala Denpasar, Selasa (21/9) sore. Dalam keterangan pers tersebut, pernyataan sikap dibacakan oleh Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, yang notabene Bendahara DPD PDIP Bali.

Hadir pula dalam penyampaian pernyataan sikap tersebut, antara lain, Wakil Sekretaris Bidang Internal DPD PDIP Bali Tjokorda Gde Agung, Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPD PDIP Bali I Ketut Boping Suryadi, Wakil Ketua Bidang Keanggotaan & Organisasi DPD PDIP Bali I Made Suparta, perwakilan DPC PDIP Kabupaten/Kota se-Bali, serta sederet anggota Fraksi PDIP DPRD Bali seperti Nyoman Adnyana (Dapil Bangli), I Kadek Diana (Dapil Gianyar), dan I Gusti Putu Budiarta (Dapil Denpasar).

Dewa Made Mahayadnya alias Dewa Jack memaparkan, ada oknum politisi perempuan dan laki-laki yang selalu menjelek-jelekkan Gubernur Koster. Mereka bermanuver mencari panggung politik di tengah pandemi Covid-19.

“Kami tahu ada beberapa politisi perempuan, ada juga sejumlah politisi laki-laki dan pihak-pihak lainnya yang tidak perlu kami sebut namanya, di mana mereka mencari panggung politik dalam situasi pandemi Covid-19 seperti sekarang,” tandas Dewa Jack.

BACA JUGA:

Dewa Jack menegaskan, kader PDIP sangat menyayangkan adanya pihak-pihak yang selalu berkomentar miring, seakan-akan Gubernur Koster tidak bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai Gubernur Bali. Padahal, Gubernur Koster sedang bekerja mati-matian mengahadapi Covid-19 dan melaksanakan pembangunan di tengah pandemi ini, demi masyarakat Bali.

“Hal seperti ini jelas tidak dapat dibiarkan. Kami sebagai kader partai mengingatkan, karena ini telah keterlaluan, menghina, merendahkan harkat dan martabat, serta hak asasi Bapak Wayan Koster sebagai Gubernur Bali,” tegas Dewa Jack.

“Jadi, saatnya kami bicara dan wajib hukumnya bagi kami membela simbol partai dari segala bentuk perbuatan yang selalu menyalahkan, memojokkan, menyudutkan atau dalam bentuk lainnya, yang telah merusak tatanan kehidupan masyarakat dan pemerintahan,” lanjut politisi PDIP asal Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng ini.

Dewa Jack mengingatkan, terhadap pihak-pihak yang secara sengaja menghembuskan isu, memperkeruh, dan membuat berita-berita bohong (hoax), serta dapat dikategorikan sebagai perbuatan pelanggaran hukum, maka kader PDIP di seluruh Bali tidak segan-segan akan mengambil langkah hukum dan melaporkan mereka ke penegak hukum. “Kami siap menempuh upaya hukum,” katanya.

BACA JUGA:

Sedangkan Wakil Ketua Bidang Kehormatan Partai DPD PDIP Bali, Ketut Boping Suryadi, meminta pihak dan oknum yang melakukan serangan melalui Medsos agar tidak mencari panggung di masa pandemi Covid-19. “Kalau mau berkompetisi, ayo nanti bertarung secara fair di Pemilu 2024. Mau ngapain saja, ayo berkompetisi secara fair dan sehat di sana. Janganlah cari panggung sekarang, saat pandemi Covid-19” tantang mantan Ketua DPC PDIP Tabanan dan DPRD Tabanan yang kini anggota DPRD Bali ini.

Tentu saja pernyataan dari para kader partai PDIP Bali membuat kesal Niluh Djelantik, bahkan dia membalas pernyataan mereka di aakun fanpage facebooknya, menurut Niluh Djelantik kenapa oknum politisi perempuan menjelekkan gubernur Koster tidak disebutkan namanya?

Halo Pak. Pembangunan strategis dilakukan, bagussss. Ingat, Bali itu punya jutaan rakyat. Kondisi pariwisata 19 bulan luluh lantak akibat pandemi. Solusinya apa selain menunggu wisatawan datang?

DIBUKA SAJA IDENTITAS yang anda bilang menjelek-jelekkan Koster. Agar terang benderang.

Saya adalah supporter PDI hingga menjadi PDIP dan pengagum Ibu Mega sejak saya masih kecil. Sebagai Sukarnois saya sangat kecewa melihat partai yang saya banggakan diperlakukan seperti ini.

“MOHON JANGAN RUSAK MARWAH PDIP SEBAGAI RUMAHNYA WONG CILIK!”

Apakah PDIP Pusat sudah mengetahui perihal acara ini? Sebelum mengadakan event mengatasnamakan partai, tidakkah anda kepikiran turun ke lapangan dan cek kondisi sebenarnya?.

Pembangunan penting. Tapi jangan lupa ada kelangsungan hidup orang banyak yang juga harus dipikirkan jalan keluarnya. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.040.392 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 7.551 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: