Bahrain

Jihad Islam: Kedubes Israel di Bahrain jadi Markas Intelijen

Palestina, ARRAHMAHNEWS.COM Kunjungan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid ke Bahrain telah menuai teguran keras dari kelompok-kelompok perlawanan.

Menurut seorang pemimpin senior Jihad Islam, kelompok perlawanan yang berbasis di Gaza, perjalanan Lapid ke Bahrain adalah bagian dari konspirasi untuk mengubah identitas kawasan.

BACA JUGA:

Dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (30/09), Khader Habib juga mengecam pembukaan kedutaan Israel di Bahrain, menggambarkannya sebagai “pos intelijen dan keamanan” musuh di Manama atas nama sebuah kedutaan, seperti dilansir PressTV.

Jihad Islam: Kedubes Israel di Bahrain jadi Markas Intelijen

Yair Lapid turun dari Pesawat

Rezim Israel “bukan entitas yang sah, dan oleh karena itu hubungan dengannya tidak sah, dan apa yang dilakukan penguasa Bahrain dalam hal normalisasi dan aliansi dengan entitas Zionis tidak mewakili rakyat Bahrain,” tambahnya.

Hamas: Kunjungan Lapid,Perpanjangan Dosa Kesepakatan Abraham

Sementara itu, Kelompok perlawanan Palestina Hamas mengecam penerimaan Bahrain terhadap menteri luar negeri Israel sebagai perpanjangan dari dosa menandatangani kesepakatan normalisasi dengan rezim Israel dan “kejahatan nasional” melawan kepentingan Arab dan Muslim.

Juru bicara kelompok yang berbasis di Gaza, Hazem Qassem mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis bahwa langkah tersebut merupakan dorongan bagi Israel untuk terus melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina dan tempat-tempat suci semua Muslim.

“Kami menyerukan kepada orang-orang merdeka di dunia Arab dan Muslim untuk bersuara menentang normalisasi, yang hanya melayani kepentingan pendudukan Israel dan narasi kolonial pemukimnya,” tambah Qassem. (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: