Azerbaijan

Tegas! Di depan Dubes Azerbaijan Menlu Iran Peringatkan Kehadiran Israel

Iran, ARRAHMAHNEWS.COM Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan bahwa Teheran tidak akan mentolerir kehadiran Israel di dekat perbatasan negara itu dan akan mengambil tindakan terhadap kegiatan rezim tersebut.

Amir-Abdollahian membuat pernyataan itu pada hari Kamis (30/09) saat menerima surat kepercayaan dari Duta Besar Republik Azerbaijan yang baru.

BACA JUGA:

Menekankan bahwa negara-negara memiliki hak untuk mengadakan latihan militer di dalam wilayah mereka demi menjaga kedaulatan nasional mereka, menteri luar negeri Iran mengatakan, “Republik Islam Iran tidak mentolerir kehadiran dan kegiatan rezim Zionis terhadap keamanan nasionalnya dan akan mengambil tindakan yang diperlukan dalam hal ini, seperti dilansir PressTV.

Juga dalam sambutannya, diplomat top Iran menekankan pentingnya hubungan timbal balik antara Teheran dan Baku dalam konteks hubungan bertetangga.

Tegas! Di depan Dubes Azerbaijan Menlu Iran Peringatkan Kehadiran Israel

Amir Abdolahian

 

Amir-Abdollahian menyuarakan ketidakpuasan tentang perlakuan buruk baru-baru ini terhadap pengemudi truk Iran dan penangkapan dua dari mereka oleh penjaga perbatasan Azeri, dan menyatakan kekecewaannya atas pernyataan negatif baru-baru ini oleh Republik Azerbaijan.

Utusan baru Azeri, Ali Alizadeh, pada bagiannya, menyerukan hubungan bilateral yang baik dan mendalam antara Baku dan Teheran. Ia juga berharap agar insiden yang terjadi baru-baru ini segera diselesaikan.

BACA JUGA:

Iran baru-baru ini mengadakan latihan militer di daerah perbatasan barat laut negara itu, yang dikritik oleh Azerbaijan.

Presiden Azerbaijan Ilham Aliev mengatakan dia “sangat terkejut” dengan keputusan Iran untuk mengadakan latihan di dekat perbatasan negaranya, dan mempertanyakan waktu manuver.

Menanggapi kritik Azerbaijan, juru bicara Kementerian Luar Negeri mengatakan bahwa Republik Islam hanya menggunakan hak kedaulatannya dengan mengadakan latihan.

Saeed Khatibzadeh menyebut peristiwa itu “masalah kedaulatan,” dan menggarisbawahi bahwa latihan telah dilakukan untuk berkontribusi pada “ketenangan dan stabilitas seluruh kawasan.” (ARN)

IKUTI TELEGRAM ARRAHMAHNEWS

Comments
To Top
%d blogger menyukai ini: