Headline News

Milisi Bersenjata Tembaki Demo Damai Lebanon, 6 Tewas 60 Terluka

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM – Sedikitnya enam orang tewas dan 60 lainnya mengalami cedera di Beirut, dimana kelompok bersenjata menembaki pendukung Hizbullah, yang berkumpul untuk melaksanakan unjuk rasa terhadap hakim yang menyelidiki ledakan pelabuhan bencana tahun lalu. Para milisi melancarkan aksinya dari atap-atap gedung disekitar tempat demonstrasi.

Televisi al-Mayadeen Lebanon mengatakan tembakan di lingkungan Tayyoune pada hari Kamis itu menargetkan ratusan orang yang tengah berkumpul di sekitar Istana Keadilan Beirut.

Dalam sebuah pernyataan, Hizbullah dan sekutunya Amal mengatakan bahwa kelompok-kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan partai Pasukan Lebanon yang dipimpin oleh Samir Geagea menembaki para pengunjuk rasa dari atap-atap gedung perumahan, membidik kepala mereka dalam upaya menyeret Lebanon ke dalam perselisihan sektarian baru.

BACA JUGA:

Partai-partai perlawanan meminta tentara untuk segera turun tangan dan menahan para pelaku. Mereka juga meminta pendukungnya untuk tetap tenang dan “tidak terseret pada perselisihan jahat.”

Pasukan Lebanon adalah partai politik berbasis Kristen Maronit dan mantan kelompok milisi yang didukung Israel selama Perang Saudara 1975-90.

Laporan mengatakan bahwa tentara Lebanon kemudian menangkap salah satu penembak. Tentara juga mendesak masyarakat untuk meninggalkan daerah itu dan memperingatkan mereka akan menembak siapa pun yang melepaskan tembakan.

Perdana Menteri Najib Mikati mengadakan sesi keamanan darurat, memperingatkan terhadap adanya upaya jahat untuk menyeret Lebanon ke dalam kekerasan.

BACA JUGA:

‘Kedubes AS bertanggung jawab’

Mufti Besar Sheikh Ahmad Qabalan menuding kedutaan AS di Beirut dan hakim yang menyelidiki ledakan pelabuhan Beirut bertanggung jawab atas pertumpahan darah di Lebanon.

“Tanggung jawab atas pertumpahan darah, hasutan, ancaman terhadap perdamaian domestik, dan kekacauan di Lebanon terletak pada Kedutaan Besar AS dan Tarek Bitar, yang harus dikeluarkan dari penyelidikan dan diinterogasi,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Ia mengutuk penembakan di Tayyoune, menggambarkan keamanan dan dampak politik yang diakibatkannya sebagai “sangat disayangkan dan cukup berbahaya.”

Sheikh Qabalan juga meminta pemerintah dan pengadilan Lebanon untuk mengambil tindakan segera dan mencegah negara itu terseret ke dalam siklus kekerasan lain yang dipicu oleh Bitar dan agen-agen AS. (ARN)

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Arrahmahnews Media Terpercaya

Statistik Blog

  • 56.018.085 hit

Berlangganan ke Blog via Email

Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

Bergabung dengan 7.552 pelanggan lain

Copyright © 2021 Arrahmahnews All Rights Reserved

To Top
%d blogger menyukai ini: