Nasrallah Peringatkan LF: Jangan Salah Perhitungan! Hizbullah Punya 100.000 Prajurit Terlatih

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM – Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyid Hasan Nasrallah dalam pidatonya pada Senin malam (18/10) mengecam pembantaian Tayouneh yang dilakukan oleh milisi Pasukan Libanon (LF). Ia menasihati pemimpin partai itu untuk meninggalkan upaya mereka memicu perang saudara di Libanon.

Dalam sebuah pidato yang pada dasarnya membahas pembantaian terbaru oleh militant di Tayouneh Kamis lalu, Sayyid Nasrallah memperingatkan kepala partai Pasukan Lebanon (LF) tanpa menyebutkan namanya, terhadap kesalahan perhitungan apapun mengenai perang saudara di Lebanon.

Sayyid Nasrallah dalam konteks ini mengungkapkan bahwa ada sejumlah besar pejuang Hizbullah yang siap membela negaranya.

“Jangan salah perhitungan dan berperilaku,” tegas Sayyid Nasrallah berbicara kepada kepemimpinan LF.

BACA JUGA:

“Jika Anda ingin mempersiapkan perang saudara maka jangan salah perhitungan. Perhatikan bahwa Hizbullah terdiri dari setidaknya 100.000 pejuang terlatih dan berpengalaman yang siaga bertindak jika kepemimpinan Hizbullah menunjuk mereka untuk melakukannya, ” tambahnya.

Sekjen Hizbullah itu mengatakan bahwa aparat keamanan Libanon telah menegaskan militan LF dan penembak jitu bertanggung jawab atas pembantaian Tayouneh yang menewaskan tujuh warga sipil Libanon selama protes terhadap politisasi penyelidikan Pelabuhan Beirut.

Sayyid Nasrallah mengatakan bahwa LF telah lama menghasut orang-orang Kristen di negara itu, terutama penduduk Ain Al-Rimaneh dan Al-Hadat, untuk melawan Hizbullah dengan menciptakan musuh palsu penduduk di Dahiyeh.

Beliau menekankan bahwa Hizbullah, Gerakan Amal, seluruh Muslim tidak menimbulkan ancaman bagi orang-orang Kristen di Lebanon. Adalah LF yang justru menimbulkan ancaman eksistensial bagi mereka.

BACA JUGA:

Sayyid Nasrallah meminta lembaga-lembaga negara untuk mengadakan penyelidikan serius atas pembantaian di Tayouneh, menekankan pentingnya mengadakan penyelidikan lain oleh Angkatan Darat Lebanon untuk melihat ke dalam video yang diedarkan oleh media sosial yang menunjukkan tentara Lebanon menembaki seorang pengunjuk rasa damai selama pembantaian 14 Oktober lalu.

Mengenai masalah investigasi ledakan Pelabuhan Beirut, Sayed Nasrallah menekankan bahwa Hizbullah sangat ingin mengungkapkan kebenaran dalam masalah ini, mengecam hakim yang memberi izin kepada kapal yang membawa amonium nitrat untuk memasuki Pelabuhan Beirut beberapa tahun lalu.

Sementara itu, Sayyid Nasrallah memuji keluarga para syuhada yang gugur dalam pembantaian Tayouneh, memuji kesabaran dan kebijaksanaan mereka. Dalam konteks ini, beliau bersumpah bahwa Hizbullah tidak akan meninggalkan para martir dan akan melanjutkan ke jalur hukum dalam upaya untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: