AL Rusia Gagalkan Pembajakan Kapal di Teluk Guinea

Rusia, ARRAHMAHNEWS.COM – Rencana para perompak untuk membajak sebuah kapal kontainer di Teluk Guinea gagal total ketika sebuah helikopter yang penuh dengan marinir Rusia datang untuk menyelamatkan kontainer tersebut. Sebuah kapal perusak Armada Utara kebetulan sedang berpatroli di daerah tersebut.

MSC Lucia yang mengibarkan bendera Panama dan menuju Togo, mengirimkan panggilan darurat sekitar pukul 1 siang waktu setempat pada hari Senin, ketika sejumlah orang bersenjata menaiki kapal itu sekitar 86 mil laut barat daya Terminal Agbami di pantai Nigeria.

BACA JUGA:

Sinyal tersebut diterima oleh kapal perusak rudal Wakil Laksamana Kulakov, yang berada di area tersebut untuk melakukan operasi keamanan maritim. Ketiak awak Lucia berlindung di ruang mesin, kapal perusak Rusia dengan cepat mengirim helikopter Ka-27PS dengan sejumlah marinir di dalamnya, seperti dilansir Al-AhedNews.

Des 5, 2021
Pembajakan Kapal

Begitu melihat helikopter, “para perompak meninggalkan kapal, naik ke kapal cepat dan menuju ke pantai dengan kecepatan penuh,” kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan.

 Marinir Kulakov kemudian mendarat di Lucia dan melakukan penyisiran kapal untuk memastikannya aman.

Kapal perusak kelas Udaloy ini tiba di Teluk Guinea pada 11 Oktober untuk patroli anti-pembajakan selama tiga minggu. Pengerahan ini sebelumnya juga telah mencegah penyitaan kapal berbendera Panama lainnya.

BACA JUGA:

Hampir seperempat dari semua kapal kargo di dunia terdaftar di Panama, mengambil keuntungan dari peraturan maritim negara Amerika Tengah itu. Lucia dimiliki oleh perusahaan Swiss-Italia Mediterranean Shipping Company (MSC).

Ditemani oleh kapal tanker Academic Pashin dan kapal tunda Altai, Kulakov telah ditempatkan dalam jarak jauh sejak Juni, setelah meninggalkan pangkalan Armada Utara di Severomorsk.

Kapal ini telah mengambil bagian dalam parade angkatan laut Kronstadt, melakukan latihan perang anti-kapal selam di Atlantik, dan melintasi Mediterania ke Suriah dan kembali, sebelum tiba di Teluk Guinea. Gugus tugas ini telah mengunjungi pelabuhan di lima negara, dan melakukan perjalanan lebih dari 20.000 mil laut. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: