Wibawa PBB Runtuh Pasca Dubes Israel Robek Laporan UNHCR

New York, ARRAHMAHNEWS.COM – Duta besar Israel untuk PBB merobek salinan laporan tahunan Dewan Hak Asasi Manusia (UNHRC) saat menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB.

Gilad Erdan mengambil langkah pada hari Jumat, setelah menyemburkan makian, dan menuduh UNHRC “anti-Israel” serta menyebut laporan itu anti-Semit, terdistorsi dan sepihak.

Baca:

Satu-satunya tempat untuk laporan itu adalah “tempat sampah anti-Semitisme,” katanya, sebelum merobek salinannya dan meninggalkan podium.

Laporan tersebut telah menyajikan temuan dari badan investigasi yang dibentuk untuk memeriksa dampak yang menghancurkan dan mematikan dari perang Israel terhadap Gaza pada bulan Mei.

Laporan menyebutkan bahwa UNHCR “sangat prihatin” tentang pengepungan dan “penghancuran yang meluas serta proses rekonstruksi yang dihalang-halangi oleh Israel.

Mengenai Tepi Barat, wilayah Palestina lain yang telah diduduki rezim sejak 1967, Tel Aviv mengecam pembangunan tembok pemisah, termasuk di sekitar al-Quds Timur, yang diinginkan orang Palestina sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

UNHCR menggarisbawahi “prinsip tidak dapat diterimanya perolehan wilayah dengan paksa,” dan menyuarakan keprihatinan mendalam “pada fragmentasi wilayah Palestina yang diduduki,” termasuk al-Quds Timur, melalui kegiatan pemukiman ilegal dan tindakan lainnya.

Rezim telah membangun ratusan pemukiman di Tepi Barat sejak menduduki wilayah tersebut. Komunitas internasional menganggap bangunan itu ilegal karena konstruksinya di atas tanah yang diduduki.

UNHCR juga mengatakan “sangat prihatin bahwa impunitas yang berlangsung lama untuk pelanggaran hukum internasional telah memungkinkan terulangnya pelanggaran berat tanpa konsekuensi.”

Tel Aviv selalu menghindari semua upaya untuk mempertanggungjawabkannya atas agresi selama puluhan tahun terhadap Palestina dan negara-negara regional lainnya berkat dukungan kuat dari Amerika Serikat, sekutu tertua dan terkuatnya. (ARN)

Sumber: FNA

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: