MEMANAS! Jelang Operasi Turki, Rusia Siagakan Jet dan Helikopter Tempur di Suriah

Suriah, ARRAHMAHNEWS.COM – Military Observer, sebuah saluran Telegram yang melacak operasi militer global, telah menerbitkan citra satelit yang diduga menunjukkan helikopter tempur dan jet tempur Rusia di sebuah pangkalan udara di kota Qamishli, timur laut Suriah. Jet-jet tersebut diyakini sebagai pesawat tempur Su-34 atau Su-35.

Sebelumnya, saluran tersebut menerbitkan foto-foto helikopter tempur Mi-8AMTSh dan Ka-52 Alligator, serta pesawat tempur Su-35S dan pembom tempur Su-34 yang beroperasi di daerah tersebut.

Militer Rusia bagaimanapun belum mengkonfirmasi informasi terbaru tentang operasinya di Suriah.

Pekan lalu, Dmitry Polyansky, wakil tetap Rusia untuk PBB, memperingatkan bahwa ada bahaya eskalasi dalam konflik Suriah.

BACA JUGA:

“Terlepas dari stabilisasi umum situasi militer-politik di Suriah, risiko eskalasi ketegangan masih tinggi, terutama di wilayah yang tidak dikendalikan oleh pemerintah (di Idlib), di tepi timur Sungai Eufrat dan di al-Tanf,” kata Polyansky.

Diplomat itu menegaskan kembali posisi Rusia dalam mempromosikan “dialog intra-Suriah yang diarahkan untuk memulihkan persatuan, integritas teritorial, kedaulatan, dan kemerdekaan Suriah.”

Pernyataan diplomat itu muncul di tengah laporan yang mengkhawatirkan tentang situasi di perbatasan Suriah-Turki. Pekan lalu, sumber mengatakan kepada Kantor Berita Arab Suriah (SANA) bahwa Ankara telah mengerahkan “ratusan” tentara di daerah-daerah di bawah kendali mereka.

Juga pekan lalu, Bloomberg melaporkan, bahwa Turki merencanakan serangan di negara itu atas klaim untuk membersihkan dua pertiga dari perbatasan dengan Suriah dari milisi Kurdi, dimana diduga rencana ini akan meliputi pencaplokan wilayah selatan kota Kobani untuk memperluas wilayah di bawah kendali Turki di sebelah barat dan timur Sungai Efrat.

BACA JUGA:

Kamis lalu, sumber oposisi Suriah mengatakan kepada Sputnik bahwa militer Turki berencana untuk melakukan dua operasi di Suriah dan bahwa formasi bersenjata yang bersekutu dengan Ankara “telah siaga penuh.”

Des 6, 2021

Sumber itu mengatakan operasi itu akan menargetkan daerah barat laut Idlib dan timur laut Suriah dalam operasi yang diklaim melawan Pasukan Demokratik Suriah yang dipimpin Kurdi.

Sumber itu memperingatkan bahwa operasi dapat dimulai kapan saja tetapi kemungkinan besar “setelah pertemuan antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden AS Joe Biden.” Pertemuan itu berlangsung Hari Minggu kemarin di sela-sela KTT G20 di Roma.

Turki melakukan tiga operasi militer di Suriah utara antara 2016-2019, menginvasi negara itu dengan dalih menargetkan teroris Daesh (ISIS) dan militan Kurdi. Dalam beberapa pekan terakhir, Erdogan memperingatkan bahwa Turki dapat meluncurkan kampanye militer baru, mengutip peningkatan serangan Kurdi terhadap pasukan Turki. Selasa lalu, Parlemen Turki meratifikasi mosi untuk memperpanjang otorisasi untuk meluncurkan operasi “anti-teroris” lintas batas di Suriah dan Irak utara hingga 2023. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: