Syarat ke JCPOA, Iran: AS Harus Hormati Hukum Internasional

Tehran, ARRAHMAHNEWS.COM Jika Washington tulus dalam niatnya untuk kembali ke kesepakatan nuklir 2015, maka AS harus menghapus semua sanksi terhadap Iran dan memberikan jaminan bahwa tidak ada pemerintahan AS yang akan mencemooh hukum internasional lagi, kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh.

Berbicara kepada wartawan pada konferensi pers hari Senin, Khatibzadeh menolak mengomentari penasihat keamanan nasional AS Jake Sullivan, yang telah mengisyaratkan bahwa AS akan kembali ke Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) jika Iran melakukannya.

BACA JUGA:

“Amerika Serikat harus ingat bahwa itu bukan pihak JCPOA dan tidak dapat mengaitkan komentar dengan anggota JCPOA lainnya atau membuat tuntutan,” tegas juru bicara kemlu Iran.

Des 6, 2021
Khatibzadeh

Dia menegaskan kembali bahwa Washington pertama-tama harus mencabut, secara efektif dan sekaligus, sanksi kejam dan ilegal yang dijatuhkan setelah pemerintah AS sebelumnya menarik diri dari JCPOA, dan juga harus memberikan jaminan bahwa tidak ada pemerintahan Amerika yang akan melanggar hukum internasional lagi dan kondisi seperti itu tidak akan terulang.

Menunjuk pengulangan klaim pejabat Amerika bahwa mereka berusaha untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan oleh pemerintahan sebelumnya, Khatibzadeh mengatakan, “Tindakan yang diperhitungkan.”

“Jalan kembalinya Amerika Serikat ke JCPOA sudah jelas. Harus setuju bahwa itu akan berbalik arah sebagai yang harus disalahkan atas keadaan saat ini, ”tambahnya.

Juru bicara itu juga mengatakan Amerika Serikat tidak akan diizinkan untuk mengambil bagian dalam putaran pembicaraan Wina mendatang tentang kebangkitan JCPOA, karena AS bukan anggota perjanjian nuklir. (ARN)

Sumber: Tasnim News

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: