Saudi Melihat Hizbullah Sebagai Ancaman Eksistensial

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Mengingat perang diplomatik yang diluncurkan oleh Arab Saudi terhadap Lebanon, pengamat politik bertanya-tanya apakah pernyataan yang dibuat oleh salah satu menteri Lebanon sebelum menjabat dapat menyebabkan eskalasi seperti ini.

Menteri Penerangan Lebanon, George Kordahi dalam sebuah wawancara pada Agustus lalu, mengatakan bahwa perang yang dipimpin Saudi di Yaman adalah sewenang-wenang. Akibatnya, otoritas Saudi menuntut pengunduran diri Kordahi, mengusir duta besar Lebanon untuk Riyadh, dan menarik duta besar mereka dari Beirut.

BACA JUGA:

Dalam sebuah wawancara, Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan Al Saud mengklarifikasi bahwa krisis saat ini dengan Lebanon disebabkan oleh peran Hizbullah di dalam negeri dan kawasan. Jadi, Farhan menegaskan secara eksklusif bahwa masalah Saudi adalah Hizbullah.

Nov 28, 2021
Foto MbS dan Sekjen Hizbullah

Para bangsawan Saudi melihat Hizbullah sebagai ancaman eksistensial terhadap skema utama mereka untuk menormalkan hubungan dengan Zionis Israel. Skema ini tidak hanya menormalkan hubungan antara Riyadh dan Tel Aviv, tetapi antara semua orang Arab dan Zionis.

Kehadiran, peran, dan kesuksesan Hizbullah merupakan mimpi buruk yang menghantui para bangsawan Saudi yang berencana membangun situasi geopolitik baru di Timur Tengah, bertajuk “Aliansi Saudi-Israel dalam Menghadapi Iran”.

Maka, Arab Saudi berusaha memanfaatkan sikap rapuh beberapa partai Lebanon untuk meraih kemenangan politik atas Hizbullah. Namun, ketabahan dan kebijaksanaan Hizbullah dan sekutunya akan menggagalkan skema Saudi dan memaksa KSA mundur.

Kebijakan regional Saudi telah gagal total di Suriah, Irak, Yaman dan Palestina. Dengan demikian, Lebanon, yang telah mengalahkan ‘Israel’ dan kelompok-kelompok takfiiri, tidak akan membiarkan kerajaan mencapai kemenangan apa pun dalam konfrontasi yang tidak adil ini.

Lebanon ingin mempertahankan hubungan positif dengan Saudi. Namun, orang Lebanon tidak akan pernah menerima hubungan ini dibangun dengan mengorbankan martabat mereka. (ARN)

Sumber: Al-Manar

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: