Bisnis Cuan PCR Bossowa dan Dompet Dhuafa, Benarkah?

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM Heboh kebijakan pemerintah soal tes PCR yang beberapa kali berubah-ubah, hingga pak Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) diserang sana-sini, entah itu benar atau tidak.

Di medsos tersebar sebuah foto yang menjelaskan ada sepuluh perusahaan penyedia jasa Test PCR di masa pandemi Covid-19. Dilihat dari daftar di atas grup Bossowa milik Erwin Aksa, keponakan Jusuf Kalla memiliki 33 lab. Sedangkan Dompet Dhuafa dan Bumame Farmasi masing-masing memiliki 40 lab.

BACA JUGA:

Intilab memiliki 35 lab, dan Quick test memiliki 28 lab. Smart lab memiliki 21 cabang,  Speed lab memiliki 14 cabang dan Klinik memilikk 4 cabang.

Des 6, 2021
screenshot akun Twitter El-Diablo

Kalbe Group hanya memiliki 8 lab. Sedangkan PT GSI yang andil sahamnya ada dari Indika group dan Toba Sejahtra hanya memiliki 5.

Maka jika memang PCR test disebut sebagai bisnis, bukan layanan jasa dalam mengatasi pandemi covid-19, sudah bisa terlihat siapa pemain kuatnya.

Salah satu pemilik akun Twitter pegiat medsos Yusuf Muhammad ikut melontarkan cuitan “Sebaiknya @tempodotco mulai kenceng juga nyerang ke yang punya banyak Lab dari data ini.

Masa nyerangnya cuma kenceng ke LBP dan Erick Thohir? Ayo serang tuh yg punya banyak lab. Berani?”.

Dari grup bisnis Bossowa hingga Dompet Dhuafa memiliki puluhan lab untuk test PCR ini.

Bahkan akun Twitter el diablo aka ABEL KATE LegendTwit @txtdaridgmbk ikut bersuara “Baca baik2 ini. Siapa aja yg punya lab PCR. Baca!!!”.

Sampai saat ini masih belum ada konfirmasi resmi dari pihak-pihak yang perusahaannya tercantum diatas.  (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: