Inilah Peringatan Keras Hizbullah ke Arab Saudi

Lebanon, ARRAHMAHNEWS.COM Seorang pejabat tinggi gerakan perlawanan rakyat Lebanon, Hizbullah, menyeru Riyadh untuk berhenti mencampuri urusan dalam negeri negara itu di tengah keretakan Lebanon-Saudi atas komentar tentang perang Yaman.

“Lebanon adalah negara merdeka yang tidak menerima subordinasi kepada siapapun,” kata jaringan televisi Al-Manar mengutip Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem pada sebuah upacara di hari Rabu.

BACA JUGA:

Mengacu pada perselisihan saat ini dengan Arab Saudi, pejabat senior Hizbullah itu menekankan bahwa Riyadhlah yang memulai masalah dengan Beirut.

Des 6, 2021
Wakil Sekretaris Jenderal Hizbullah Sheikh Naim Qassem

Sebelumnya Sheikh Qassem pada hari Minggu mengatakan target sebenarnya dari agresi diplomatik Saudi di Libanon “selalu Hizbullah serta kekuatan militernya.”

Ketegangan meningkat antara Riyadh dan Beirut menyusul komentar kritis yang dibuat oleh Menteri Informasi Lebanon George Kordahi mengenai perang yang dipimpin Saudi melawan Yaman.

Pada 29 Oktober, Arab Saudi memberi duta besar Lebanon 48 jam untuk meninggalkan negara itu atas pernyataan Kordahi. Kerajaan juga memberlakukan larangan semua impor dari Lebanon.

BACA JUGA:

Tindakan tersebut diambil beberapa hari setelah wawancara dengan Kordahi ditayangkan oleh sebuah acara online yang berafiliasi dengan jaringan televisi al-Jazeera Qatar.

Selama wawancara, Kordahi menyebut perang Yaman yang dipimpin Saudi sia-sia, dan mengatakan bahwa pasukan tentara Yaman dan pejuang Ansharullah hanyalah membela diri.

Wawancara itu direkam sebelum Kordahi diangkat sebagai menteri, tetapi ditayangkan pada tanggal 25 Oktober. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: