Tim PBB Sabotase Fasilitas Penyimpanan Minyak Yaman

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM Ketua Panitia Pengawas Pelaksanaan Perjanjian Pemeliharaan Kapal Tanker Penyimpanan Minyak Apung yang Lebih Aman, Ibrahim al-Siraji menyatakan pada hari Kamis, bahwa PBB “mempolitisasi file kapal Safer, dan tidak mematuhi perjanjian.”

Selama konferensi pers di Kementerian Luar Negeri di ibukota Sana’a, al-Siraji mengungkapkan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh tim PBB dari perjanjian tersebut.

BACA JUGA:

Al-Siraji menjelaskan bahwa perjanjian dengan PBB terdiri dari 16 poin utama yang memperjelas pekerjaan pemeliharaan dan pemeriksaan yang seharusnya dilakukan oleh para ahli PBB.

Nov 28, 2021
Kapal Tanker Safer

“Kami terkejut bahwa rencana implementasi yang dipresentasikan oleh PBB membatalkan 10 poin dari total 16 poin yang disepakati, yang mewakili 90% dari volume dan pentingnya pekerjaan pemeliharaan,” kata al-Siraji.

Ia mencontohkan, rencana implementasi yang disampaikan oleh PBB hanya sebatas pemeriksaan saja, tanpa melakukan perbaikan yang telah disepakati.

“Perjanjian itu dikosongkan isinya oleh PBB dan itu mempolitisasi file yang bertujuan mengurangi risiko dan tidak mengakhirinya,” katanya.

“Melalui penundaan yang jelas dan berulang dari PBB dan medianya yang menyesatkan, menjadi jelas bagi kami bahwa mereka ingin mencapai sesuatu yang lain selain pemeliharaan,” tambah al-Siraji. (ARN)

Sumber: YNA

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: