Mengapa Pembebasan Ma’rib Akan Hancurkan Saudi dan Guncang Asia Barat

Yaman, ARRAHMAHNEWS.COM – Sebuah artikel berjudul “Mengapa Pembebasan Ma’rib akan hancurkan Saudi dan mengguncang Asia Barat bagian pertama, penulis Karim Shami bekerja di kantor berita online The Cradle dan merupakan pengamat Yaman.

Ma’rib, di masa lalu adalah ibu kota Kerajaan Saba, yang disebutkan baik dalam Alkitab maupun Alquran sebagai kerajaan yang kaya dan bijaksana yang pernah memerintah di seluruh semenanjung Arab selatan.

BACA JUGA:

Hari ini, Ma’rib telah bangkit kembali. Kali ini, sebagai benteng terakhir, para penjajah Yaman dalam kepanikan, dan mundur pasca pertempuran 6 tahun menguras pundi-pundi dan menghabiskan pasukan mereka.

Nov 28, 2021
Perang Ma’rib Yaman

Perang ini diumumkan dari Washington pada 26 Maret 2015 dan dipimpin oleh Arab Saudi untuk mendukung pemerintahan terguling Abdrabbuh Mansour Hadi, sebuah rezim yang telah kehilangan ibukota Sana’a ditangan gerakan Ansarullah Houthi Yaman beberapa bulan sebelumnya.

Koalisi 10 negara, termasuk pemimpin Arab Saudi dan UEA, dibentuk untuk memaksa kembalinya pemerintahan (Hadi) yang sangat tidak populer. Nama Operasi Badai Penentu dipilih dan serangan udara dimulai.

Ansarullah kala itu dinilai lemah dan operasi diperkirakan akan berlangsung paling lama beberapa minggu atau bulan.

Tapi tak dinyana, Ansarullah menang, memaksa musuh yaitu Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk mendorong pasukan darat mereka ke dalam rawa yang meluas, sementara peran mereka juga terpecah di Yaman.

BACA JUGA:

Saat ini, UEA hadir terutama di selatan negara itu mengendalikan pelabuhan dan pulau-pulau strategisnya, sementara Saudi tetap berada di utara, di sepanjang perbatasan utara mereka yang luas dengan Yaman, dimana sebelah timurnya adalah di mana provinsi Ma’rib serta ladang minyak dan gasnya yang kaya terletak, dan di barat, di kota pesisir Hodeidah.

Bagi bangsa Yaman, pentingnya Ma’rib tidak terbatas pada ladang minyak dan gasnya, tetapi juga untuk budaya kunonya,  penyebutannya dalam Alquran, dan situs bersejarah serta prestasi infrastruktur  airnya yang signifikan, seperti bendungan Ma’rib kuno yang dibangun di sekitar abad ke-8 SM. Sebuah bendungan baru, yang terbesar di negara itu, kemudian dibangun di dekat reruntuhan bendungan lama yang berharga.

Arab Saudi mengakui pentingnya Ma’rib dengan menjadikannya benteng untuk operasi perangnya, membangun pangkalan militer dan menyuap suku-suku lokal untuk berperang bersama koalisi. Sebagian besar operasi militer dan intelijen Riyadh (tidak termasuk serangan udara) diluncurkan dari Ma’rib ke kota dan provinsi Sana’a yang dikuasai Houthi di utara.

Ansarullah mengalami serangan gencar ini selama tiga tahun, kemudian membalikkan perang pada musuh-musuhnya di tahun 2018 dengan melakukan serangan balik. Sejak itu, kelompok tersebut telah memperluas kemenangan teritorialnya secara signifikan, mendestabilisasi perbatasan Arab Saudi sendiri, dan secara eksponensial meningkatkan taktik dan kemampuan militernya dalam teknologi drone dan rudal.

Kemenangan mengejutkan (Ansarullah) ini memaksa koalisi ke meja perundingan pada tahun 2018 untuk menandatangani Perjanjian Hodeidah. Perjanjian itu merupakan anugerah bagi Ansarullah, pertama dan terutama dari perspektif militer. Hodeidah dan pelabuhan Laut Merahnya berada di sebelah barat Sana’a, dan gencatan senjata yang dirundingkan akan membantu Ansarullah mengalihkan fokusnya hanya pada dua front sekarang, timur (Ma’rib) dan selatan.

Tetapi perjanjian itu juga memiliki keuntungan kemanusiaan bagi negara yang dikepung darat, laut, dan udara oleh pasukan koalisi sejak awal perang. Dengan masuknya barang ke pelabuhan, akses baru ke obat-obatan, bahan bakar dan makanan mengurangi krisis di wilayah yang dikuasai Ansarullah.

BACA JUGA:

Pada 2019, Ansarullah fokus ke timur, meningkatkan operasi pertahanan mereka di dalam Arab Saudi, dan menargetkan ibu kota Riyadh, bandara, dan fasilitas Aramco sebagai pembalasan atas serangan udara Saudi. UEA juga terancam ketika aktivitas drone menyebabkan penutupan singkat bandara Dubai.

Keberadaan UEA sangat bergantung pada keamanan Abu Dhabi dan Dubai. Memahami bahwa mereka terancam bencana eksistensial hanya dengan satu rudal balistik saja, Emirat memilih menarik diri dari Ma’rib, meninggalkan Saudi sendiri, dan menuju ke selatan.

Koalisi sepuluh negara itu kini telah menyusut menjadi dua, namun tak satupun dari dua ini yang bertempur bersama.

Bagi Sana’a, akses ke minyak adalah prioritas yang lebih tinggi daripada akses ke pelabuhan, oleh karena itu Ansarullah memutuskan untuk terlebih dahulu bergerak ke timur, di mana Ma’rib berada. Meskipun untuk sebaliknya akan lebih mudah. Dengan 17.000 km², Ma’rib membutuhkan kehadiran militer yang besar, sementara pelabuhan Hodeidah dan daerah sekitarnya kurang dari 1.000 km²,  pasukan Yaman memilih pertempuran yang lebih sulit dan lebih berbahaya terlebih dahulu.

Hari ini, pembebasan total Ma’rib sudah dekat. Dari 14 distriknya, 13 diantaranya sekarang sudah kembali ke tangan Yaman, dengan hanya kota Ma’rib dan ladang minyak yang tersisa, di samping satu pangkalan militer utama Saudi (Sahen Jin).

Pembebasan Ma’rib akan menjadi kemenangan yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Ansarullah yang akan menempatkan Sana’a kembali dengan kokoh di peta dunia, selain memberi dorongan moral besar bagi Houthi.

Ansarullah akan menguasai sumber daya air dan minyak yang vital di Yaman dan memberikan bantuan bagi warga sipil ibukota. Terlepas dari kenyataan bahwa daerah-daerah yang dikendalikan oleh kelompok itu memang menikmati stabilitas keuangan yang lebih (1 dolar = 600 Riyal Yaman versus 1.480 Riyal di daerah-daerah di luar kendali mereka), perang tetap telah memiskinkan Sana’a.

Pembebasan Ma’rib juga akan berarti bahwa Ansarullah akan memerintah sekitar 80 persen dari 30 juta penduduk Yaman, mengamankan front timurnya, dan bergerak ke Hodeidah di mana pasukan koalisi yang tersisa berada.

Setelah pembebasan Hodeidah dan Ma’rib, Arab Saudi akan kehilangan pijakannya di Yaman, tetapi apakah akan mundur dan menerima kekalahan?. Bersambung Bagian kedua. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: