Berencana Konser di Israel, Aktivis HAM Serukan Boikot Justin Bieber

Amerika Serikat, ARRAHMAHNEWS.COM Aktivis hak asasi manusia dan anti-apartheid menyerukan untuk memboikot penyanyi asal Kanada Justin Bieber setelah pengumuman bahwa tur dunianya bertajuk “Justice World Tour” akan digelar di apartheid Israel setelah dua pertunjukannya di Afrika Selatan.

Bintang berusia 27 tahun itu akan tampil pada 22 Oktober 2022 di negara pendudukan setelah dua pertunjukan di Cape Town dan Johannesburg sebagai bagian dari Justice World Tour.

BACA JUGA:

Aktivis anti-apartheid, terutama di Afsel, menyerukan untuk memboikot penyanyi tersebut, menekankan bahwa pertunjukannya sama sekali bukan keadilan, mengingat pemberhentian berikutnya setelah Afrika Selatan adalah apartheid Israel, seperti dilansir QudsNen.

Nov 28, 2021
Justin Bieber

Justin Bieber telah dituduh mendukung negara apartheid dengan setuju untuk tampil di Tel Aviv.

Kelompok HAM Code Pink sudah memulai petisi yang menyerukan penyanyi itu untuk membatalkan pertunjukannya di negara bagian pendudukan.

“Ketika anda merilis album Justice, (anda) menghadapi kritik karena menggunakan sampel Dr. Martin Luther King dalam lagu-lagu di album itu”, demikian bunyi petisi tersebut.

“Anda menanggapi kritik dengan mendengarkan dan belajar dan mengakui bahwa Anda “tidak cukup tahu” dan Anda belum mendapatkan pelajaran tentang sejarah kulit hitam selama Anda dibesarkan. “Saya ingin terus tumbuh dan belajar tentang semua ketidakadilan sosial dan bagaimana tentang semua itu, agar saya menjadi lebih baik,” kata Anda. Kami harap Anda belajar tentang kejahatan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina dan mengikuti ajaran Dr. Martin Luther King untuk berdiri bersama yang tertindas.” (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: