Ken Setiawan Curigai Hubungan MUI dan NII Alzaytun KW9

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM – Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan yang juga mantan aktivis NII meminta agar MUI mempublis hasil penelitian dan investigasinya terkait kesesatan NII KW9 yang berpusat di Pesantren Alzaytun.

Sudah ada investigasi dan hasilnya dibukukan, tapi tidak diumumkan kepada khalayak dan masuk laci. Ujar Ken.

Menurut Ken, berdasarkan bukti-bukti, fakta-fakta, dan informasi-informasi dari berbagai sumber termasuk para mantan NII pada saat itu disumpah, Lalu dilakukan investigasi, cek, kroscek, verifikasi, analisis, dan diskusi yang mendalam atas berbagai data itu hasilnya jelas ada benang merah antara NII dan Alzaytun, sayangnya tidak ada tindak lanjut.

Baca: 

Padahal ada indikasi kuat adanya hubungan (relasi) antara Ma’had Al Zaytun dengan organisasi NII KW 9. Hubungan itu bersifat historis, finansial, dan kepemimpinan.

Hubungan Historis: Bahwa kelahiran Ma’had Al Zaytun memiliki hubungan historis dengan organisasi NII KW 9, secara hubungan finansial juga ada hubungan finansial dalam arti adanya aliran dana dari anggota dan aparat teritorial NII KW 9 yang menjadi sumber dana signifikan bagi kelahiran dan perkembangan Ma’had Al Zaytun.

Hubungan kepemimpinan juga di lembaga pendidikan Al Zaytun terkait dengan kepemimpinan di organisasi NII KW 9, terutama pada figur Panji Gumilang dan sebagian eksponen (pengurus yayasan).

Terdapat Penyimpangan paham dan ajaran Islam yang dipraktekkan organisasi NII KW, penyimpangan-penyimpangan yang terjadi antara lain dalam hal mobilisasi dana yang mengatasnamakan ajaran Islam yang diselewengkan, penafsiran ayat-ayat Al-Quran yang menyimpang, dan mengkafirkan kelompok di luar organisasi mereka.

Terdapat pula penyimpangan paham keagamaan dalam masalah zakat fitrah dan kurban yang diterapkan oleh pimpinan Mahad Al Zaytun, sebagaimana dimuat dalam Majalah Al Zaytun.

Persoalan NII dan Al Zaytun terletak pada aspek kepemimpinan yang kontroversial (AS Panji Gumilang dan sejumlah eksponen/pengurus yayasan) dan keterkaitan koordinator-koordinator wilayah yang bertugas sebagai tempat rekrutmen santri Mahad Al-Zaytun dengan organisasi NII KW9

Bila MUI tidak mau publis hasil temuan tersebut maka perlu dicurigai ada apa sebenarnya antara MUI dan NII Alzaytun.

Persoalannya adalah, gerakan NII alzaytun adalah sebuah tragedi perbudakan kemanusiaan yang mengatasnamakan agama, anggota yang masuk dihancurkan ekonominya atas nama infak, dirusak ahlaknya dan dihancurkan masa depanya, jadi lengkap. Tambah Ken.

Diakui Ken, bahwa saat ini gerakan NII Alzaytun belum bicara aksi terorisme, tugas mereka yang sudah bergabung hanya cari jamaah baru dan cari dana sebanyak banyaknya untuk mendirikan NII.

Tapi orang orang yang sudah bergabung di NII itu otaknya sudah kongslet, ada yang keluar dan normal lagi, ada juga selangkah lagi mereka yang kecewa karena materinya itu jihad atau perang, tapi kok tidak perang perang, akhirnya banyak yang lompat ke jaringan terorisme seperti JI atau JAD.

Kelompok NII memang belum menjadi ranah Densus 88 walaupun sudah takfiri dan anti pemerintah, serta anti Pancasila karena baru sesat di pemahaman atau pemikiran, jadi belum bisa ditangkap densus.

Ken berharap pemerintah segera membuat regulasi yang melarang semua paham yang bertentangan dengan Pancasila, kalau perlu dibuat Tap MPR seperti pelarangan komunis agar mereka yang sudah berpaham radikal bisa ditindak dengan hukum yang berlaku. Tutup Ken. (ARN)

Artikel ini telah tayang di Kontra Radikal

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: