Oposisi Turki Tuntut Pemilu Dini Ditengah Anjloknya Lira

Turki, ARRAHMAHNEWS.COM Para pemimpin oposisi Turki menyerukan pemilihan dini segera setelah anjloknya mata uang lira menyusul keputusan bank sentral untuk memangkas suku bunga di tengah tekanan dari Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Pada hari Kamis (20/11), lira mengalami hari terburuk sejak krisis mata uang 2018, jatuh ke 11,3 versus dolar dan terendah terhadap euro setelah bank sentral memutuskan penurunan suku bunga yang dianggap berbahaya bagi ekonomi pasar berkembang.

BACA JUGA:

“Hentikan, Erdogan! Pemilu Segera,” cuit Kemal Kilicdaroglu, pemimpin oposisi utama CHP.

Des 6, 2021
Lira Anjlok

 

Ketua Partai Iyi Meral Aksener menyatakan Erdogan telah “merusak uang dan reputasi kita”, seperti dilansir FNA.

“Jika ini disengaja, itu benar-benar pengkhianatan. Namun, jika itu adalah akibat dari ketidakmampuan, jelas apa yang perlu dilakukan: Aib ini harus dihentikan dengan membawa negara ke pemilihan sesegera mungkin.” katanya menambahkan.

“Dollar 11 Lira” dan “Pemilu Segera” adalah dua topik trending teratas di Twitter, dimana kritik terhadap Erdogan meningkat di media sosial.

“Penyusutan lira berarti pemerintah, yang tidak berubah selama 20 tahun dan dipilih oleh mayoritas suara, telah meruntuhkan perekonomian,” kata Mehmet Hasim Acanal, seorang petani berusia 36 tahun di Sanliurfa. Ia menekankan, “Situasi akan memburuk kecuali ada perubahan positif pemerintah. Kemungkinan perubahan positif tampaknya cukup rendah.”

BACA JUGA:

Pemilu dijadwalkan selambat-lambatnya pada pertengahan tahun 2023. Para pemimpin oposisi telah meningkatkan seruan untuk pemilihan awal di tengah kesengsaraan ekonomi.

Sementara orang-orang Turki telah menyebut salah urus ekonomi dalam jajak pendapat yang menunjukkan dukungan untuk Erdogan, yang telah berkuasa selama hampir 20 tahun, berada pada posisi terendah dalam beberapa tahun.

Erdogan pada hari Rabu mengatakan kepada anggota parlemen dari Partai AK-nya bahwa ia tidak dapat berjalan bersama mereka yang mempertahankan suku bunga dan mengulangi pandangannya yang tidak lazim bahwa suku bunga tinggi menyebabkan inflasi. (ARN)

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: